< >

24 Korban KM Senopati Tak Berindentitas Dikirim ke Rembang

Selasa, 30 Januari 2007 17:57
Kapanlagi.com - Sedikitnya 24 jenazah korban KM Senopati Nusantara yang tidak diketahui identitasnya dan kini disimpan di RSU Dr Soetomo, Surabaya dipastikan dibawa ke Rembang, Jateng, Rabu, 31 Januari 2007.

"Sudah ada kepastian bahwa ke-24 jenazah akan dibawa ke Rembang, 31 Januari setelah ada serah terima dari pejabat Pemprov Jatim ke Pemrov Jateng," kata Kadispen Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Letkol laut (KH) Drs Toni Syaiful di Surabaya, Selasa.

Sebelumnya diberitakan bahwa berdasarkan keinginan keluarga korban KM Senopati, Gubernur Jateng meminta kepada Gubernur Jatim untuk membawa ke-24 jenazah ke Rembang, Jateng untuk dimakamkan secara massal di pemakaman umum Krapyak, Desa Karang Kebon Kidul, Kecamatan Kota.

Menurut Kadispen, permintaan keluarga dan Pemprov Jateng itu berdasarkan pertimbangan bahwa penumpang KM Senopati Nusantara saat tenggelam umumnya berasal dari Jateng sehingga dimungkinkan ke-24 jenazah itu bagian dari keluarga mereka yang menjadi korban.

"Nanti pengiriman itu, akan dilampiri dengan dokumen-dokumen forensik dari tim dokter RSU Dr Soetomo yang berisi data-data mengenai jenazah. Karena itu keluarga korban bisa mencari informasi mengenai jenazah tersebut lewat data-data forensik," katanya.

Dikatakan Kadispen, jenazah itu akan dibawa ke Jateng menggunakan 24 ambulan. Biaya pengiriman, pengemasan jenazah dan pembelian peti mayat, semuanya akan ditanggung oleh PT Prima Vista selaku perusahaan pemilik KM Senopati Nusantara.

KM Senopati Nusantara yang membawa 628 penumpang dan kru tenggelam, Sabtu, 30 Desember 2006 dini hari dalam perjalanan dari Kumai, Kalimantan ke Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang. Hingga kini ratusan penumpang belum ditemukan mayatnya.

KM Senopati berlayar dari Kumai, Kamis, 28 Desember 2006 sekitar pukul 20.30 Wita dan diperkirakan merapat di Pelabuhan Tanjung Mas 30 Desember pukul 05.00 WIB atau menempuh perjalanan sekitar 28 jam. Namun sekitar lima jam sebelum waktu merapat, kapal itu tenggelam di sekitar perairan Pulau Mandalika, Jepara, Jateng. (*/rsd)