"Saya mendapat laporan dari tim yang meninjau bahwa perumahan atlet yang dijanjikan panitia hingga kini belum terealisasi," kata Agum ketika menerima PB PON XVII yang dipimpin Yunarlis Ngayoh yang juga pelaksana tugas Gubernur Kaltim karena Suwarna saat ini ditahan karena terlibay kasus korupsi.
Menurut Agum, padahal masalah akomudasi merupakan masalah krusial yang patut menjadi perhatian serius disamping masalah lain yaitu menggunakan pihak ketiga sebagai pelaksana dilapangan.
"Jangan terulang kasus yang terjadi pada pihak ketiga ketika Indonesia menjadi tuan rumah SEA Games tahun 1997 yang hingga kini tidak selesai," katanya.
Selain itu Agum juga mengingatkan masalah anggaran untuk PON ini harus dimanfaatkan seefektif mungkin karena masalah dana kini menjadi perhatiam publik.
Yunarlis Ngayoh mengemukakan, dirinya merasa yakin segala kebutuhan PON itu dapat terpenuhni sebelum pelaksanaan karena hingga kini secara fisik telah selesai 70%.
"Sekarang tinggal menyelesaikan stadion utama dan diharapkan pada Agustus 2007 bisa diujicoba penggunaannya," katanya.
Menyinggung masalah dana untuk persiapan tuam rumah PON XVII, ia menyatakan, pihaknya meminta bantuan dana dari pemerintah pusat sebesar Rp200 miliar. (*/lpk)