Pemberangkatan jenazah dilakukan Gubernur Jatim Imam Utomo dan Gubernur Jateng Mardiyanto, setelah acara serah terima jenazah tersebut.
Hadir dalam kesempatan itu, Sekdaprop Jatim Dr Soekarwo, Dirut RSUD Dr Soetomo Dr Slamet Riyadi Yuwono, DTM&H, petinggi Koarmatim, Basarnas dan perwakilan PT Prima Vista.
Ke-24 jenazah beserta propertinya itu diangkut dengan menggunakan mobil ambulan dan dikawal patroli polisi sampai tujuan. Sebanyak 13 ambulan dari sejumlah rumah sakit di Surabaya dan sisanya dari Jateng.
"Mereka akan dimakamkan dalam satu liang lahat di Rembang untuk memudahkan keluarga korbn dari Jateng melakukan ziarah," kata Gubernur Jateng, Mardiyanto usai pelepasan.
Direktur RSUD Dr Soetomo Surabaya, dr Slamet Riyadi Yuwono menjelaskan, dari 24 jenazah belum teridentifikasi tersebut, 13 korban berjenis kelamin laki-laki dan 11 perempuan.
"Secara keseluruhan, kami menangani sebanyak 36 jenazah korban KM Senopati Nusantara, terdiri dari 22 laki-laki dan 14 perempuan. Dari jumlah itu, 12 korban sudah berhasil diidentifikasi dan dibawa pulang keluarganya," ujarnya.
Untuk proses identifikasi jenazah, lanjut Riyadi Yuwono, telah dibentuk tim Disaster Victim Identification (DVI) atau identifikasi untuk korban massal yang terdiri dari berbagai unsur terkait.
"Seluruh pembiayaan dalam penanganan korban KM Senopati ditanggung PT Prima Vista selaku pemilik kapal yang tenggelam," ujarnya. (*/rsd)