Hal itu ditegaskan Gubernur Jawa Timur Imam Utomo didampingi Gubernur Jateng Mardiyanto usai melepas keberangkatan 24 jenazah korban KM Senopati Nusantara yang tidak teridentifikasi di RSUD Dr Soetomo Surabaya menuju Rembang, Jateng, Rabu.
"Sampai saat ini, pencarian masih terus berjalan, selama belum ada instruksi dari pusat atau Basarnas untuk menghentikannya," ujar Imam Utomo.
Selain melibatkan Basarnas, pencarian korban KM Senopati juga dilakukan kapal perang milik TNI AL.
Gubernur Jateng, Mardiyanto mengungkapkan berdasarkan data dari PT Prima Vista--pemilik KM Senopati Nusantara--, jumlah keseluruhan penumpang mencapai 628 orang, 284 diantaranya sudah berhasil ditemukan.
Dari jumlah korban yang sudah ditemukan, 235 dalam kondisi selamat dan sisanya meninggal dunia.
"Jadi hingga saat ini lebih dari 300 penumpang yang belum ditemukan (344 penumpang) dan upaya pencarian masih terus dilakukan, termasuk mencari bangkai kapal yang tenggelam," kata Mardiyanto.
Pemerintah Propinsi Jateng, lanjut Mardiyanto, memberikan tali asih sebesar Rp2,5 juta kepada ahli waris korban yang meninggal dunia. Tali asih itu belum termasuk santunan dari PT Prima Vista sebesar Rp5 juta dan asuransi Jasa Raharja Rp10 juta untuk korban meninggal dunia.
"Pemberian tali asih itu merupakan wujud kepedulian dan keprihatian kami kepada keluarga korban. Tidak hanya dalam musibah KM Senopati, tapi juga dalam musibah lainnya," tambahnya.
Gubernur Jateng juga menyampaikan terima kasih kepada Pemprop Jatim dan jajaran terkait yang telah membantu mencari dan menangani para korban, yang sebagian besar berasal dari Jateng.
Secara terpisah, Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmatim, Letkol Laut (KH) Toni Syaiful yang dijumpai pada acara pelepasan jenazah itu menjelaskan pencarian korban dan bangkai kapal dilakukan pada tujuh area di sekitar 34 mil dari utara hingga timur perairan Mandalika.
"Upaya pencarian terus dilakukan, tapi jumlah kapal yang dioperasikan saat ini tidak sebanyak sebelumnya," ujarnya.
Sementara itu, ke-24 jenazah korban KM Senopati Nusantara yang tidak teridentifikasi dibawa dengan menggunakan mobil ambulan dari RSUD Dr Soetomo Surabaya ke Rembang, Jateng untuk dimakamkan secara massal. (*/rsd)