"Hakikat parpol adalah dukungan suara. Artinya, PPP tidak boleh ekslusif. Harus inklusif, apalagi sekarang banyak parpol Islam," kata Hermawan Sulistio yang berkomentar tentang posisi PPP dalam dinamika perpolitikan Indonesia baru ke depan.
Karena itu, bagi Hermawan Sulistio, platform partai seperti ini amat berhubungan dengan siapa tokoh yang memimpin. "Melihat latar belakang para calon ketua umumnya, menurut saya yang terbaik ada pada sosok Arief Mudazir Mandan. Itu kalau PPP mau berkembang. Calon-calon lain belum menunjukkan kapasitas inklusif dan networking seluas dia," katanya.
Secara terpisah, salah satu fungsionaris PPP yang duduk di Komisi II DPR RI, Suharso Monoarfa, berpendapat saat ini memang partainya lebih mempromosikan diri sebagai partai Islam yang inklusif dan menjadikan agama ini sebagai pembawa rahmat untuk jagat raya, demi kepentingan semua orang.
"Dengan platform partai seperti itu, kita tidak ingin munculkan potensi-potensi konflik. Dan orang yang pas untuk membawa partai dengan platform seperti ini, hanyalah Drs Surya Dharma Ali," ujar Suharso Monoarfa.
Dia menjelaskan, sebagai konsekuensi dari partai Islam yang inklusif, ada pengurus PPP dari kalangan non-muslim.
"Di daerah-daerah yang tidak ada umat muslim, misalnya di Talaud, Sulawesi Utara, juga di Provinsi Papua dan NTT, muncul pengurus dari umat Kristiani. Ini tidak mungkin terjadi di partai Islam yang lain," katanya.
Ditambahkan, karena PPP merupakan partai Islam yang sifatnya inklusif dan terbuka, banyak kalangan internal menginginkan pemimpin dengan karakter khusus.
"Kita menghendaki pemimpin yang akrab dengan gaya yang membawa kesamaan, persamaan dan kebersamaan. Jadi punya karakter egaliter dan mau memperjuangkan segalanya secara bersama-sama," katanya.
Sementara itu, salah satu anggota Majelis Pusat PPP, H Sukardi Harun, menilai Muktamar VI PPP kali ini sesungguhnya lebih fokus kepada upaya melakukan pencitraan diri sebagai partai ideal dan menjadi harapan umat ke depan.
"Artinya, PPP ke depan itu harus menyatu dengan perkembangan masyarakat, peka dan peduli terhadap dinamika yang berkembang, terutama kepada keinginan serta aspirasi rakyat," kata anggota Komisi IX DPR RI tersebut.
Karena itu, kepada semua kandidat, tokoh PPP Sulawesi Utara bersama rekan-rekannya dari Indonesia Timur, meminta agar mampu melakukan amanat partai tersebut, agar PPP tetap berjaya dalam kancah perpolitikan Indonesia. (*/lpk)