< >

PPP Sulit Bergerak Jika Nantinya Berada "Di Bawah" Golkar

Rabu, 31 Januari 2007 19:55
Kapanlagi.com - Ketua DPP PPP Djuhad Mahja menilai PPP akan sulit bergerak sebagai parpol ketika secara tidak langsung berada "di bawah" Golkar, apabila Suryadharma Ali yang notabene anggota kabinet menjadi pucuk pimpinan PPP.

"Saya kurang sreg jika nantinya PPP berada dibawah Golkar, karena bagaimanapun pak Surya adalah seorang menteri yang posisinya dibawah Presiden dan Wapres. Sementara Wapres sekarang adalah Yusuf Kalla yang ketua Umum Golkar," katanya kepada pers di sela-sela acara Muktamar PPP di Jakarta, Rabu (31/01).

Menurut Djuhad, yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR itu, menegaskan bahwa faktor jabatan menteri yang disandang sosok Suryadharma Ali itu sebenarnya justru titik lemah bagi PPP dan bukan keuntungan.

Bagi Djuhad, status Suryadharma itu adalah persoalan yang sangat mendasar bagi PPP karena dengan posisinya dibawah Wapres, maka otomatis PPP juga ikut jatuh dan tidak lagi setara.

Lebih lanjut Djuhad mengatakan bahwa Suryadharma sebaiknya tidak rangkap jabatan dan perlu memilih apakah tetap di eksekutif atau memimpin partai.

Sebelumnya, saat bersilaturahmi dengan para pendukungnya, Suryadharma mengatakan bahwa soal rangkap jabatannya di kabinet dan parpol hanya soal manajemen waktu saja dan dia merasa mampu mengelola keduanya secara maksimal.

Sementara itu soal koalisi antar kandidat, Djuhad mengatakan bahwa hal tersebut merupakan hal yang sangat wajar sejauh semuanya dilakukan secara proporsional dan tidak ada kecurangan didalamnya.

"Untuk koalisi ini, asal dilakukan secara proporsional dan tidak ada kecurangan didalamnya, bisa dan sah-sah saja," katanya. (*/lpk)