"Hamzah telah menyatakan, Suryadharma Ali sebagai musuh bersama dan jadi koordinator gerakan 'ABS'. Saya merasa tersanjung yang dikoordinir oleh Pak Hamzah," katanya, pada arena Muktamar ke-6 PPP di Ancol, Jakarta, Rabu (31/01).
Ia mengatakan, adalah hak Hamzah Haz untuk tidak memilih dan tidak mendukung dirinya sebagai calon ketua umum PPP dalam muktamar partai berlambang Ka'bah itu.
"Namun, saya merasa tersanjung karena dikeroyok secara bersama-sama, apalagi dikoordinasikan oleh mantan wapres. Ini merupakan pembelajaran politik yang keras bagi saya," katanya.
Suryadharma Ali mengatakan, gerakan mengeroyok dirinya itu merupakan pertanda bahwa Suryadharma Ali sangat diperhitungkan dalam muktamar ke-6 PPP.
"Semua orang tahu bahwa saya terdhalimi, namun saya tersanjung," katanya. Dukungan terhadap Suryadharma Ali dalam muktamar ke-6 PPP menguat dibanding dua calon lainnya, yakni Endin J Soefihara dan Arief Mudatsir Mandan.
Suryadharma Ali secara resmi telah mencalonkan diri sebagai kandidat Ketua Umum DPP PPP Periode 2007-2011 untuk menggantikan H. Hamzah Haz yang tidak lagi dapat mencalonkan diri maupun dicalonkan.
Selain Suryadharma, calon-calon lain yang akan meramaikan bursa pemilihan Ketua Umum DPP PPP dalam Muktamar VI yang berlangsung di kawasan wisata Ancol Jakarta Utara itu adalah Sekretaris Umum DPP PPP Yunus Yosfiah dan Ketua Fraksi PPP DPR Endin Soefihara.
Selanjutnya, Wakil Ketua Umum DPP PPP Alimarwan Hanan, Ketua DPP PPP Arief Mudatsir Mandan, Ketua DPW PPP Banten Dimyati Natakusumah, serta kader PPP Eggy Sudjana.
Informasi yang dihimpun ANTARA menyebutkan, dukungan yang telah diperoleh Suryadharma Ali berasal dari DPW PPP Bali, Sumsel, Riau, Jatim, Jabar, dan DI Aceh. (*/lpk)