< >

Industri Bio Diesel Modern Senilai Rp1 Triliun Dibangun di Lampung

Senin, 01 Januari 2007 05:20
Kapanlagi.com - PT Bengkulu Energi Mandiri membangun industri pengolahan bio diesel modern di Bengkulu dengan total nilai investasi mencapai Rp1 triliun.

"Pabrik ini akan dibangun dua tahap, yang pertama nilai investasinya Rp600 miliar dengan kapasitas 200 ribu ton per tahun, selanjutnya Rp400 miliar juga dengan kapasitas 200 ribu ton per tahun, jadi totalnya 400 ribu ton per tahun," kata Gubernur Bengkulu Agusrin Maryono Najamuddin saat peletakan batu pertama pembangunan industri itu, Rabu (31/01).

Pabrik itu di bangun di kawasan pelabuhan Pulau Baai, dan pemerintah Provinis Bengkulu telah menyediakan lahan seluas 10 hektare yang diberikan secara gratis pada investor.

Dipilihnya kawasan Pulau Baai sebagai lokasi pembangunan industri itu, menurut Agusrin dalam rangka "menghidupkan" pelabuhan, sehingga ke depan kegiatan bongkar-muat barang semakin ramai.

Direktur Utama PT Bengkulu Energi Mandiri Ivanto Haumaliu mengatakan, pabrik yang akan dibangun itu memiliki standarisasi nasional, bahkan berkualtas Eropa.

Dengan kecanggihan mesin yang dimiliki, industri itu selain dapat mengolah bio diesel dari minyak sawit mentah (crude palm oil--CPO) juga bisa mengolah buah jarak.

"Bahan baku utama yang akan kita gunakan memagn CPO, tapi pabrik ini juga bisa mengolah buah jarak," katanya.

Ia menjelaskan, produksi bio diesel dari industrinya itu selain untuk memenuhi kebutuhan pasar nasional juga akan diekspor ke berbagai negara.

Setelah peletakan batu pertama oleh gubernur, ia mengaku akan terus melaksanakan pembangunan dan diharapkan pada Februari 2007 sudah pada tahap detail enginering desing (DED).

Selanjutnya pada Juni 2007 ditargetkan telah pelaksanaan pembangunan di lapangan (fisik), sehingga pada Maret 2009 diharapkan sudah operasional.

"Jika telah operasi, industri ini sedikitnya akan menyerap tenaga kerja 1.000 orang," katanya.

Selain membangun industri pengolahan bio diesel, PT Bengkulu Energi Mandiri juga akan membangun enam unit pabrik pengolahan CPO dan membuka perkebunan kelapa sawit seluas 20 ribu hektre di Provinsi Bengkulu.

Pembangunan pabrik CPO dan pembukan kebun sawit itu dalam rangkan menambah pasokan bahan baku untuk industri bio diesel yang segera dibangun. (*/lpk)