< >

Pemerintah Siapkan Skenario Peningkatan Produksi Migas

Kamis, 01 Februari 2007 06:15
Kapanlagi.com - Pemerintah menyiapkan tiga skenario peningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) guna mencapai target kenaikan produksi 30% tahun 2009.

Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro saat membuka rakor peningkatan produksi migas di Jakarta, Rabu mengatakan, tiga skenario tersebut merupakan gabungan target pesimis dan optimis.

"Skenario pesimis dengan target kenaikan produksi migas sebesar 120%, sedang skenario optimisnya adalah naik 138%," katanya.

Tahun 2006, produksi minyak mencapai 1,02 juta barel per hari dan gas 1,464 juta barel setara minyak per hari, sehingga total 2,484 juta barel per hari.

Skenario pesimis peningkatan produksi migas tahun 2009 untuk minyak 1,070 juta barel per hari atau naik 105 persen dan gas 1,886 juta setara minyak per hari (129%), sehingga total 2,956 juta barel per hari atau naik 120%.

Sementara skenario optimisnya adalah naik 138% yakni minyak 1,350 juta barel per hari (132%), gas 2,065 juta barel setara minyak per hari (141%), sehingga total 3,415 juta barel setara minyak.

Skenario pertama adalah minyak 1,070 juta barel per hari (105%) dan gas 2,065 juta barel setara minyak per hari (141%), sehingga total naik 3,135 juta barel per hari atau 126%.

Skenario kedua minyak 1,350 juta barel per hari (132%) dan gas 1,886 juta barel setara minyak per hari, sehingga total migas menjadi 3,236 juta barel per hari (130%).

Sedang skenario terakhir adalah minyak 1,326 juta barel per hari dan gas 1,903 juta barel setara minyak per hari dengan total 3,229 juta barel per hari (130%).

Menurut Purnomo, pemerintah akan mengandalkan produksi minyak dari Chevron dalam pencapaian target produksi minyak tahun 2009.

"Kami akan berupaya menekan penurunan produksi minyak Chevron. Dengan produksi hampir 500.000 barel per hari atau 50% produksi nasional, kalau penurunan produksi Chevron tidak bisa dikurangi, maka penambahan produksi tidak berarti banyak," katanya.

Selain itu, peningkatan produksi minyak akan didapat dari 33 lapangan yang sudah disetujui rencana pengembangannya termasuk Blok Cepu.

Kepala BP Migas Kardaya Warnika menambahkan, pemerintah berharap produksi Cepu bisa dimulai tahun 2009 dengan kapasitas 100 ribu barel per hari dan akan mencapai puncaknya tahun 2010 sebesar 170 ribu barel per hari.

"Kami akan lakukan percepatan produksi. Kalau mungkin mulai berproduksi tahun 2008," katanya.

Upaya percepatan produksi minyak Cepu itu di antara dalam pembebasan tanah yang berkoordinasi dengan Depdagri dan pemanfaatan fasilitas bersama dengan JOB Pertamina-Petrochina East Java Ltd.

Kendala

Sementara, Dirjen Migas Departemen ESDM Luluk Sumiarso mengatakan, sejumlah kendala dalam mencapai tingkat produksi minyak antara lain pengenaan pajak dan bea masuk yang cenderung disinsentif seperti PPN eksplorasi, pemakaian hutan lindung, pembebasan lahan, dan tekanan daerah yang ingin ikut serta dalam pengusahaan migas.

Kendala lainnya adalah kekhawatiran terjadinya penyimpangan pada pelaksanaan lelang barang dan jasa, ketatnya ketentuan lingkungan hidup, keterbatasan dana, dan kendala pengadaan rig karena terkait kompetisi regional.

Sedang di gas bumi, lanjutnya, kendalanya antara lain belum adanya kebijakan pemanfaatan gas buat ekspor dan dalam negeri, belum adanya titik temu produsen dan konsumen dalam soal harga gas, dan keterbatasan infrastruktur gas.

Menurut Luluk, solusinya antara lain penerapan aturan perpajakan yang bersifat lex specialist, penetapan arah kebijakan pemanfaatan gas dalam negeri dan ekspor dan peningkatan koordinasi dengan instansi lain.

Purnomo mengatakan, pemerintah akan melakukan pertemuan dengan 22 kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk mengetahui kemampuan produksi dan apa saja kendala dalam pencapaiannya.

"Mulai besok, kami akan ketemu satu per satu. Mendengarkan secara langsung berapa kemampuannya, apa kendalanya dan apa keinginannya guna meningkatkan produksi," katanya. (*/lpk)