Menurut Direktur PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI), Denny R. Taher, di Semarang, Rabu, net obligasi negara tahun ini diperkirakan Rp40,6 triliun, sedangkan obligasi korporasi yang baru mencapai Rp15 triliun berpotensi dilepas ke pasar.
"Hal ini tentunya akan memperbanyak ragam produk reksa dana pendapatan tetap, sehingga kembali menarik minat kalangan investor, terutama yang memiliki risk profile lebih konservatif," katanya. Untuk mengambil keuntungan yang maksimal dari tren kinerja obligasi yang positif sepanjang tahun ini, katanya, kalangan investor perlu mulai membangun portofolionya mulai sekarang.
Ia mengatakan, awal tahun ini imbal hasil obligasi sudah menunjukkan tren jauh lebih baik dibandingkan dengan awal tahun 2006, sehingga jika suku bunga turun ke level sembilan %-9,25 % pada akhir kuartal pertama, imbal hasil obligasi akan semakin terdongkrak naik dan investor yang sudah membangun posisinya sejak awal tahun akan semakin diuntungkan. Dia mengatakan, rata-rata imbal hasil obligasi pemerintah tahun 2006 sebesar 28,3 % dan obligasi korporasi 30,4 %, sedangkan rata-rata "return" yang diberikan reksa dana pendapatan tetap mencapai 23,71%.
Potensi pertumbuhan industri reksa dana masih sangat besar, jika dilihat dari total aset industri yang kurang lebih mencapai Rp46,9 triliun atau 13,49 % dari total dana pihak ketiga perorangan di perbankan sekitar Rp634 triliun per November 2006.
"Kita memperkirakan tahun ini kalangan investor sudah mulai mencari produk investasi dengan `return` yang optimal dengan tingkat risiko terukur, apalagi dengan dicabutnya blanket guarantee dari pihak perbankan yang menurut rencana akan diterapkan sekitar Maret 2007," katanya. Dia mengatakan, MMI selama tahun 2006 membukukan pertumbuhan dana kelolaan yang signifikan. Dana kelolaan MMI tumbuh pesat mencapai Rp2,5 triliun pada posisi 31 Desember 2006 dari hanya Rp360 miliar pada Januari 2006. (*/rsd)