< >

PNG: Jalur Gas Selat Sunda Beroperasi Maret

Kamis, 01 Februari 2007 12:04
Kapanlagi.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) tetap optimis komersialisasi jalur pipa gas Sumatera Selatan-Jawa Barat (SSWJ) dapat dilakukan Maret 2007.

Sekretaris Perusahaan PGN Widyatmiko Bapang di Jakarta, Rabu mengatakan, gas tersebut akan mengalir dari Lapangan Pagardewa, Sumsel milik PT Pertamina (Persero) ke para pelanggan di Cilegon, Banten dan sekitarnya.

"Mulai Maret 2007 akan mengalir gas dengan volume 30 MMSCFD (juta kaki kubik per hari) dan akan meningkat menjadi 40 MMSCFD mulai bulan Mei 2007," katanya.

Pengaliran gas tersebut menggunakan pipa proyek SSWJ I maupun II. Jalur Pagardewa-Labuhan Maringgai merupakan bagian dari SSWJ II dan Labuhan Maringgai-Cilegon memakai SSWJ I.

Widyatmiko menambahkan, pembangunan jalur pipa Grissik-Pagardewa sebagai bagian dari SSWJ II juga telah mencapai 49 %.

"Sedangkan pembebasan tanah masih tersisa sekitar satu km dan diharapkan akhir bulan Februari 2007 dapat diselesaikan," katanya.

Sedang, jalur pipa bawah laut (offshore) Labuhan Maringgai-Muara Bekasi yang merupakan bagian dari SSWJ II dalam tahap persiapan tie-in (penyambungan) pada awal Maret 2007 yang akan diikuti penyelesaian pekerjaan di sisi Labuhan Maringgai dan Muara Bekasi.

Selanjutnya, jalur Muara Bekasi-Rawamaju yang menjadi bagian dari SSWJ II akan memasuki tahap gas in.

"Diharapkan jalur Grissik-Pagardewa dan Labuhan Maringgai-Muara Bekasi-Rawamaju selesai akhir Juni 2007, sehingga dapat mengalirkan gas 170-232 MMSCFD dari lapangan Pertamina dan ConocoPhillips," ujarnya.

Widyatmiko juga mengatakan, pekerjaan fisik jalur Pagardewab Labuhan Maringgai yang paralel dengan jalur SSWJ I diharapkan selesai Maret 2008.

Serta pemasangan penguatan kompresor PGN (booster) di Pagardewa dan pekerjaan konstruksi Balance Of Plant (BOP) diperkirakan selesai Maret 2008.

"Apabila kedua pekerjaan (jalur Pagardewa-Labuhan Maringgai dan pemasangan kompresor) itu selesai maka volume gas yang dapat diangkut meningkat menjadi sekitar 480 MMSCFD," katanya. (*/rsd)