Sekretaris Eksekutif Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Syarbaini di Medan, Kamis mengatakan kenaikan harga jual karet itu masih dipicu oleh faktor menguatnya permintaan dari importir China menyusul memasuki libur Imlek.
"Kenaikan harga jual terjadi sejak pertengahan Januari dimana harga semula yang masih US$2,02 per kg terus bergerak menjadi US$2,04 pada pekan lalu dan akhir pekan ini menjadi US$2,08 per kg," katanya.
Kenaikan harga jual di pasar internasional langsung mempengaruhi juga harga jual bahan baku karet itu di dalam negeri. Di Sumut harga bahan olah karet (Bokar) sudah mencapai Rp15.000 per kilogaram dari Rp14.600 -Rp14.800 per kg.
Memasuki libur Imlek, berbagai industri yang menggunakan bahan baku karet alam di negara itu memacu produksinya untuk stok sehingga membutuhkan lebih banyak karet alam lagi.
Harga jual karet alam semakin melonjak karena di tengah terjadinya permintaan yang meningkat justru pasokan dari negara produsen khususnya Thailand dan Indonesia mengalami penurunan.
Di Thailand, produksi karet alam mengalami penurunan karena sedang terjadi musim gugur daun.
Sementara Indonesia sedang dilanda musim hujan dan disusul musim gugur daun pada Februari.
"Harga jual karet diperkirakan masih terus menguat hingga pertengahan Februari dengan prediksi harga bisa mencapai sebesar US$2,09 - US$2,10 per kg," katanya.
Setelah mengalami lonjakan menjelang Imlek, setelah hari besar keagamaan Budha itu harga jual diduga kuat akan mengalami penurunan lagi.
Tapi penurunan harga diduga tidak terlalu besar mengingat produksi masih akan ketat, katanya.
Harga jula karet diperkirakan paling rendah sebesar US$1,09 per kg.
"Harga jual karet masih akan bagus tahun ini sebagai dampak kenaikan produksi yang terbatas sementara permintaan melonjak," katanya.
Sumut sendiri, tahun ini menargetkan ekpor karetnya naik minimal lima persen dari traget tahun 2006 atau menjadi 535.000 ton.
Peningkatan ekspor karet tahun 2007 mengacu pada prakiraan naiknya lagi permintaan karet dari pembeli AS dan China. Ekspor karet Sumut sendiri hingga saat ini terbesar masih ke AS.
Tahun ini, ekspor karet Sumut diperkirakan mencapai 510 ribu ton atau naik 20.000 ton dari realisasi ekspor tahun 2005 yang masih 490 ribu ton. Hingga November, ekspor karet alam Sumut sudah mencapai 427.859 ton. (*/lpk)