Polisi-Militan Kristen Kongo Bentrok, 58 Orang Tewas
Kapanlagi.com - Bentrokan antara polisi dan sebuah kelompok berbasis Kristen telah menewaskan sedikitnya 58 orang di kawasan selatan Republik Demokrasi Kongo, kata sumber diplomatik, Kamis. Hari sebelumnya 17 orang juga tewas pada awal bentrokan ketika polisi mengepung markas gerakan kemerdekatan Kristen Bundu dia Kongo, di tengah-tengah meningkatnya suhu politik setelah pemilu lokal. Kelompok militan melepaskan tembakan saat polisi mencoba mengejar mereka di kediaman pemimpin spiritual gerakan itu, Ne Muanda Nsemi di kota Matadi, 150km barat daya ibukota Kinshasa. Kerusuhan meluas ke selatan ke dua kota pelabuhan Baoma dan Muanda, sehingga tentara pun harus dikerahkan. "Ada 26 orang yang tewas di Boma dan lebih dari 20 orang tewas di Muanda, dimana tentara memberondong tembakan ke kerumanan massa," kata sumber diplomatik yang tidak mau disebut namanya itu. Sumber PBB di negara tersebut menegaskan bahwa total jumlah yang tewas 58 orang dan tentara memang telah memberondong tembakan ke para pengunjuk rasa. Beberapa polisi juga tewas dalam bentrokan dengan petempur Bundu dia Kongo, menurut laporan kepolisian dan kementrian dalam negri. "Anggota Bundu dia Kongo menargetkan serangan pada sejumlah institusi, pos-pos polisi, pengadilan, dan kantor pemerintahan lokal. Kini kelompok itu menguasai sebagian kota," kata sumber polisi. Bundu dia Kongo memberontak untuk kemerdekaan atas sebagian kewasan di Kongo. Bentrokan terjadi menyusul pemilu gubernur pekan lalu yang dimenangkan oleh kandidat yang didukung oleh Presiden Joseph Kabila, meskipun dikawasan tersebut oposisi merupakan mayoritas. (*/rsd) |