Diduga Korban Malpraktik, Meninggal Usai Operasi Laparaskopi

Kapanlagi.com - Hanifah Diana (27) warga Perumahan Jati 2 Jl Pengayoman, Makassar, meninggal dunia setelah menjalani operasi laparaskopi (kandungan) di RS Wahidin Sudirohusodo, pada hari Kamis (1/2) sekitar pukul 11.00 Wita.

Saldi, kakak korban mengatakan, Jumat, Hanifah menjalani operasi laparaskopi itu karena ingin mendapatkan keturunan sebab selama enam tahun berumah tangga, ia dan suaminya Dani (36) belum juga dikarunia seorang anak.

Pada hari Senin (29/1), katanya, Dani (36) membawa isterinya ke RS Wahidin untuk menjalani operasi tersebut sesuai saran yang diberikan dokter Telly Tessi, SpOG. Operasi ini ditangani oleh tim dokter dari Fakultas Kedokteran Unhas dan dokter RS Wahidin Sudiro Husodo diantaranya Prof dr Piter M, dr Eddy Hartono, dr Telly Tessy SpOG, dr Nustratuddin Abdullah SpOG dan dr Johnsen.

Operasi dilakukan sekitar 25 menit mulai pukul 17.00 dengan menggunakan teknologi laparaskopi, dan salah satu temuan hasil operasi adalah pasien mengalami infertil primer.

Usai operasi, Hanifah langsung minta pulang ke rumah dan akan menjalani rawat jalan dan membayar biaya operasi senilai Rp10 juta. ”Esoknya, kakak saya tiba-tiba muntah dan tidak penah buang air besar selama tiga

hari, hingga kondisinya menjadi kritis. Suaminya kembali berkonsultasi

dengan dr WeLiong yang kemudian memberi resep obat anti muntah

dan berak-berak,” jelas Saldi.

Akan tetapi pada hari Kamis (1/2) sekitar pukul 10.00 Wita, korban muntah darah dan tak sadarkan diri hingga menghembuskan nafas terakhir di RS Grestelina, tambahnya.

dr Telly Tessy SpOG yang dihubungi di kediamanya Jl Pelita Raya menolak berkomentar mengenai peristiwa tersebut karena mengaku hanya sebagai anggota tim yang menangani operasi tersebut. ”Yang berhak memberikan keterangan adalah dr Nustratuddin Abdullah SpOG selaku penanggungjawab operasi tersebut,’’ Katanya. Namun dokter bersangkutan belum berhasil dihubungi.

Jenazah Hanifah telah dimakamkan di Makassar pada Kamis petang dan pihak keluarga yang kecewa dengan peristiwa itu sedang mempertimbangkan untuk menempuh upaya hukum. (*/rsd)

©2003-2007 KapanLagi.com