Diakibatkan terus melemahnya permintaan untuk penerbangan domestiknya dan juga kenaikan dalam biaya bahan bakar, perusahaan penerbangan terkemuka Jepang itu menunjukkan kerugian operasional kelompok tersebut menjadi 5,86 miliar yen selama periode sembilan bulan, di banding dengan 857 juta yen setahun sebelumnya, dengan pendapatan operasional 1,73 triliun yen atau naik 3,9 persen.
JAL juga merevisi lebih kecil estimasi sebelumnya pendapatan operasional kelompok tersebut untuk bisnis ini setahun sampai 31 Maret.
Pihaknya menurunkan estimasi menjadi 2,27 triliun yen dari 2,28 triliun yen yang diproyeksikan pada November terutama disebabkan melemahnya permintaan bisnis penerbangan domestiknya dan permintaan paariwisata untuk penerbangan-penerbangan internasional ke Hawai, Guam dan sebagainya. (*/rit)