"Peningkatan jalan ini sebagai pengganti jalan tol Surabaya-Gempol segmen Porong-Gempol yang terputus sejak 25 November 2006," kata Dirjen Bina Marga Departemen PU, Hendriyanto Notosoegondo di Jakarta, Selasa, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR-RI.
Akibatnya, katanya, akses dari Surabaya menuju Pandaan/Malang dan Pasuruan hanya melalui jalan arteri Porong sehingga menimbulkan kemacetan yang luar biasa.
Tiga paket pekerjaan itu meliputi Waru-Sidoarjo, Waru-Taman, Taman-Krian dengan nilai Rp51,5 miliar, Ngoro-Mojosari, Lingkar Selatan Mojosari (Bypass), Bypass-Krian, Krian-Mlirip Rp55,3 miliar, sedangkan paket tiga meliputi Siring-Porong, Gempol-Japanan, Japanan-Apolo, Gempol-Bunderan Tol, Apolo-Bunderan Tol, Japanan-Ngoro Rp55,4 miliar.
Paket ini belum termasuk biaya Detil Enginering Design dan Supervisi yang diperkirakan sekitar Rp6,5 miliar, jelasnya.
Lebih lanjut Hendrianto memperkirakan untuk memindahkan tol segmen Porong-Gempol dibutuhkan Rp770 miliar, sedangkan pembebasan lahan diperkirakan Rp600 miliar, sedangkan untuk relokasi jalan arteri Rp300 miliar.
Mengenai rencana pemindahan tersebut, Hendriyanto mengatakan, saat ini rencana kasar telah dilaksanan tinggal menyelesaikan tahap akhir basic design.
Sementara itu permohonan penerbitan Surat Persetujuan Penetapan Lokasi Pembangunan (SP2LP) untuk jalan tol dan arteri telah dikirim tanggal 24 Januari 2007 kepada Gubernur Jawa Timur dan setelah SP2LP disetujui akan ditindaklanjuti dengan pembebasan lahan. (*/rsd)