< >

Cegah Pindah Investasi, Otorita Batam Bertemu Pengusaha

Rabu, 07 Februari 2007 21:05
Kapanlagi.com - Otorita Batam (OB) ingin duduk bersama dengan para pengusaha untuk mendengar masalah dan mencarikan jalan keluar supaya dapat terus berusaha di Batam.

"Waktunya sedang dipertemukan, tetapi mudah-mudahan segera," kata Kabag Humas dan Publikasi OB Dwi Djoko Wiwoho, di Batam, Rabu.

Pertemuan dengan pengusaha, kini menjadi agenda OB setelah kencang terdengar beberapa pengusaha di Batam bersiap hengkang ke negeri lain karena ketidakpastian hukum, biaya produksi khususnya upah pekerja tidak kompetitif, dan rawan pemogokan pekerja.

Awal pekan ini, misalnya 13 ribu pekerja PT Livatech Elektronik Indonesia (Singapura) resah sebab pemilik perusahaan Jackson Goh, menyatakan bangkrut dan tak lagi sanggup membayar gaji karyawan bulan Januari.

Sejak 1971 sampai semester I 2006 jumlah kumulatif perusahaan penanaman modal asing (PMA) di Batam mencapai 844 dengan nilai investasi 4,25 miliar dolar AS dengan tenaga kerja terserap sekitar 250 ribu orang.

Akan tetapi, pada Juli-November 2006, lima perusahaan PMA di Batam dan dua di Bintan mengundurkan diri dan di catat Badan Koordinasi Penanaman Modak (BKPM)-Otorita Batam.

Pada tahun 2005 enam PMA di Batam melakukan hal yang sama. Alasan perusahaan-perusahaan itu beragam di antaranya karena merugi, serapan pasar berkurang, biaya operasional tinggi, produksi kurang efisien, dan perseroan telah dibubarkan.

Mereka yang 2005 mengundurkan diri adalah PT Precission Indonesia, PMA Singapura, industri "sub-assy" dan komponen elektronika di Kompleks Bintang Industrial Park; PT GMAC Batam (Singapura-Jepang), "sub assy" dan komponen elektronika di Kawasan Industri Batamindo.

Lalu, PT Kyocera Indonesia (Singapura-Jepang), "sub assy" dan komponen elektronika di Batamindo; PT Kyotronics Indonesia (singapira), "sub assy" dan komponen elektronika di Batamindo; PR CMNI Precision Batam (Singapura), industri barang dan peralatan teknik/industri dan plastik; serta, PT Volex Batamindah (Singapura), industi kabel teknik dan kabel kesehatan.

Tahun 2006 PMA yang mengundurkan diri empat di antaranya di Batam dan dua di Bintan.

Mereka,PT Synergy Technology Construction (Singapura), jasa pelaksanaan konstruksi; Champion Kurnia Djaja Technologies (Belanda-Singapura), industri bahan kimia khusus untuk industri minyak dan gas bumi;

Kemudian PT Lutkin Indonesia (AS), industri "gear box", pompa angguk dan jasa perbaikan "gear box", PT Tac Precision Casting Indonesia (Singapura), industri mesin mesin/perakatan pengolahan/pengerjaan logam.

Sedang yang di Bintan adalah PT E20 Communication Indonesia (Singapura-AS), industri komponen elektronika, di Bintan Industrial Estate, dan PT Kim Koon Garments Industries Bintan (Singapura), industri pakaian jadi.(*/rsd)