"Kami memperoleh informasi proses tender jasa penerbangan PT Sabang Merauke Raya Air Charter (SMAC) belum selesai dilaksanakan di tingkat pusat melalui Dinas Perhubungan Provinsi NAD," kata Kasubdin Perhubungan Udara pada Dinas Perhubungan Aceh Selatan, Mohd Rum, di Tapaktuan, Rabu.
Akibatnya, ratusan orang yang biasanya mengunakan jasa transportasi udara tidak memperoleh pelayanan karena operasional SMAC terhenti total.
"Kami juga belum mendapat kabar kapan operasional transportasi udara ke Aceh Selatan akan beroperasi kembali," katanya.
Sejumlah calon penumpang selama ini menggunakan jasa angkutan udara meminta Dinas perhubungan provinsi NAD untuk mengaktifkan kembali jalur penerbangan ke pantai barat Selatan Aceh yang sudah sekitar satu bulan lebih terhenti.
PT SMAC telah melayani penerbangan dengan rute Medan-Blang Pidie, Medan-Sinabang, Medan-Meulaboh, Medan-Tapaktuan, Medan-Takengon, Takengon-Banda Aceh, Tapaktuan-Blang Pidie-Banda Aceh, Sinabang- Banda Aceh, Meulaboh-Banda Aceh sejak dibuka rute penerbangan ke wilayah pantai barat Selatan.
Jadwal Penerbangan dua kali sepekan keseluruh kabupaten di Aceh tersebut selama ini mendapat subsidi dari pemerintah pusat yang dananya bersumber dari APBN.
Untuk penerbangan subsidi Tapatuan-Banda Aceh bertarif Rp290 ribu/orang dan tarif nonsubsidi sekitar Rp 500 ribu lebih/ penumpang. Sedangkan tarif angkutan subsidi Tapaktuan-Medan Rp 180.000/ penumpang. (*/rsd)