< >

Putin Ajak Pengusaha Rusia Raih Untung dari Diversifikasi Energi

Rabu, 07 Februari 2007 22:53
Kapanlagi.com - Presiden Vladimir Putin mengajak pemimpin bisnis di Rusia melepaskan dirinya dari ketergantungan ekspor barang mentah. Dan, menggunakan kekayaan sumber daya alam negara itu untuk mengembangkan ekonomi.

Dalam pertemuan di Kremlin dengan 25 pebisnis besar, Putin mengatakan ekonomi Rusia memerlukan "langkah kualitatif menjauh dari semata-mata pengeksploitasian sumber daya alam untuk menuju penyempurnaan intensif mereka."

"Salah satu prioritas ekonomi utama menyeluruh kami adalah menjadikan diversifikasi industri Rusia," ia mengatakan.

Kremlin sebelumnya telah mengungkapkan keprihatinan terhadap ketergantungan berlebih negara itu pada komoditas dan khususnya minyak, tetapi peringatan itu terkesampingkan dalam beberapa bulan belakangan.

Putin juga mendesak investasi Rusia lebih besar ke luar negeri, dengan mengatakan "waktunya telah tiba untuk memperluas partisipasi dalam operasi internasional."

Rusia merupakan pengekspor minyak kedua di dunia sesudah Arab Saudi dan produsen gas teratas, dengan penguasaan lebih dari sekitar sepertiga cadangan gas alam global, serta cadangan batu bara, metal dan sumber alam lain yang besar.

"Dengan kata lain, perlu untuk memaksimalkan keuntungan tiap ton batu bara yang ditambang di negara itu, tiap hydrokarbon, tiap mineral. Rusia harus mendapatkan secara signifikan keuntungan lebih dari pengembangan cadangan besarnya," ia mengatakan.

"Ini sangat penting. Kami akan menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan."

Diantara mereka yang menghadiri pertemuan Kremlin itu adalah pimpinan dua perusahaan metal utama, chairman Rusal Oleg Deripakska dan chairman Nobolipetsk Vladimir Lisin, CEO perusahaan minyak Rosneft Sergei Bogdanchikov, CEO Gazprom Alexei Miller dan presiden Interros Vladimir Potanin.

Alexander Shokhin, presiden Persatuan Industrialis dan Enterprener Rusia, mengatakan bahwa negara itu memiliki basis untuk melakukan kemajuan ekonomi, menggarisbawahi bahwa "aliran masuk investasi" adalah berkat "hukum yang stabil, undang undang pajak (dan) iklim investasi yang baik."

Namun, "terdapat rangkaian keseluruhan masalah yang belum terpecahkan, meskipun ada saling pengertian dan kesepakatan bersama antara pemerintah dan komunitas bisnis," ia menambahkan.

Putin secara periodis mengadakan pertemuan seperti itu dengan para pebisnis utama, termasuk salah satunya dimana ia terkenal mencoba untuk mencegah ambisi politis mantan CEO perusahaan minyak Yukos Mikhail Khodorkovsky, yang selanjutnya dipenjara karena kejahatan keuangan dalam sebuah kasus yang dipandang oleh para pengamat sebagai bermotivasi politik.

Pertemuan terakhir ini terjadi ketika Rusia mendekati periode pemilu yang krusial, dimana pemilihan parlemen dijadualkan pada Desember dan pemilihan presiden pada Maret 2008.

Konstitusi tidak membolehkan Putin mencalonkan diri, meskipun ia secara luas diperkirakan akan memilih penerus yang disukai.

Sejumlah kecil pebisnis utama, yang dikenal disini sebagai oligarkh, mengendalikan sebagian besar ekonomi Rusia.

Pada 1990-an mereka ketika beroperasi sering bersaing dengan pemerintah, namun mereka dikendalikan mulai dari tahun 2000 ketika Putin berkuasa.

Para oligarkh kini bekerja erat dengan Kremlin, yang secara bertahap memapankan kembali penguasaan negara atas apa yang dianggap sebagai bidang penting, terutama sektor energi yang booming.

Putin mengatakan pada pertemuan Kremlin itu bahwa "masyarakat sedang menunggu guna mendapatkan isyarat jelas kami dan anda terkait spesialisasi apa yang akan diminta pasar kerja." (*/rsd)