< >

Lalu-Lintas Sambungan Indosat Melonjak Selama Banjir

Kamis, 08 Februari 2007 08:25
Kapanlagi.com - Operator telekomunikasi PT Indosat Tbk menyatakan lalu-lintas komunikasi layanan selama banjir di Jabotabek meningkat hingga 250 % di banding kondisi normal.

"Kenaikan trafik didorong tingginya penggunaan layanan Indosat selama banjir," kata Group Head of Region Jabotabek Indosat, Sonny Teguh Trilaksono, di usai memberikan bantuan kemanusiaan di Posko Bantuan Banjir Indosat, di Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu.

Meski trafik meningkat, kata Sonny, Indosat cenderung kehilangan potensi pendapatan akibat terganggunya layanan sejumlah operator telekomunikasi.

Selama banjir melanda sejumlah wilayah di Jabotabek, beberapa infrastruktur operator mengalami kerusakan.

"Putusnya sentral telepon milik Telkom justru mengurangi pendapatan karena banyak komunikasi yang tidak terkoneksi," katanya.

Karena itu dilanjutkannya, dalam industri telekomunikasi memang diharuskan ada operator lain sebagai pasangan dalam komunikasi.

"Yang penting bagi operator adalah saling membantu terutama dalam kondisi musibah seperti sekarang ini," tegasnya.

Ia mengutarakan, dari sekitar 4.200 menara radio pemancar (Base Transceiver Station/BTS) Indosat di area Jabodetabek, sekitar 5 % atau sebanyak 70 BTS sempat terendam banjir.

Head of Public Relation Indosat, Adita Irawati mengatakan, BTS yang sempat terganggu hingga Rabu (7/2) tinggal sekitar 30 BTS meliputi area Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Sunter.

"BTS-BTS tersebut masih belum mendapat catu daya listrik, namun masih bisa di cover dengan BTS di sekitar lokasi banjir yang tidak terganggu, sehingga layanan antar produk Indosat tetap "on", katanya.

Ia mengutarakan, sebagai tanggap kepada korban banjir, Indosat mendirikan 5 posko di lima wilayah yaitu Petamburan, Bukit Duri, Cipinang, Ciledug, dan Kuningan Barat.

Indosat bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia, Bulat Sabit Merah, PKPU.

Di setiap posko, ujar Adita, juga diberikan bantuan obat-obatan bagi korban banjir yang ditangani dua petugas kesehatan di setiap posko.

Meski demikian, Adita tidak bersedia menyebutkan nilai bantuan yang diberikan kepada korban banjir.

Ia hanya mengatakan, dana tersebut dialokasikan melalui Corporate Social Responsibilty (CSR) yang pada tahun 2006 mencapai Rp26 miliar, sedangkan pada 2007 meningkat dua kali lipat. (*/rsd)