"Sejak awal musim penghujan, kami sebenarnya sudah menginstruksikan kepada kabupaten/kota, khususnya kepada daerah yang rawan longsor dan banjir bandang, agar waspada," ujar Gubernur di DPRD Jatim di Surabaya, Kamis.
Dia meminta kepada kepala daerah, agar Satlak di daerahnya mensosialisasikan secara benar kepada masyarakat tentang situasi dan kondisi yang ada di daerahnya.
"Sosialisasikan secara betul kepada masyarakat, kalau situasinya tidak bagus segera mengungsi. Seperti kejadian di Kediri yang kemudian ditindaklanjuti dengan 46 KK yang mengungsi, itu antisipasi yang bagus," tegasnya.
Ketika ditanya apakah perlu dilakukan simulasi dalam menghadapi datangnya bencana, Imam Utomo mengemukakan, simulasi menghadapi datangnya bencana bisa dilakukan oleh Satlak Kabupaten/Kota.
"Kalau Satkorlak Propinsi ndak mungkin melakukan simulasi. Satlak Kabupaten/Kota sudah ada petunjuk dan prosedur tetap (protap)-nya. Nah protap itu harus dilaksanakan," ucapnya.
Gubernur menjelaskan, APBD Propinsi Jatim telah mengalokasikan dana untuk menanggulangi bencana yang dimasukkan dalam dana cadangan. Selain itu, kabupaten/kota juga menyiapkan dana serupa. (*/rit)