"Pembentukan organisasi semacam OPEC untuk gas tidak mungkin untuk satu alasan yakni semua penjualan (gas) dilakukan melalui kontrak-kontrak jangka panjang," katanya.
"Tidak dapat terjadi OPEC untuk gas jika tidak ada likuiditas di pasar."
Khelil pada akhir Januari lalu, mengatakan bahwa pembentukan OPEC untuk gas akan menjadi "sangat sulit" sebab pasar minyak dan gas berbeda.
Anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) bertemu secara rutin untuk menentukan kuota produksi mereka guna mengontrol harga. Keputusan OPEC segera mempunyai dampak pada pasar, dimana sebagian besar minyak dijual dalam kontrak jangka pendek.
Menteri Energi Rusia, Viktor Khristenko, Selasa (6/2), mengatakan bahwa dirinya menentang rencana untuk membentuk kartel gas alam. Ia menggambarkan ide semacam itu sebagai "sesuatu yang penuh imajinasi."
"Ide tersebut muncul setelah Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan, pekan lalu bahwa kartel gas semacam OPEC adalah "gagasan yang menarik".
"Kami akan memikirkan ide tersebut," tambah Presiden Putin.
Pembicaraan pada Januari lalu antara Gazprom Rusia dan perusahaan energi pemerintah Aljazair, kelompok usaha Sonatrach memunculkan kecurigaan di Eropa bahwa kedua negara tengah bekerjasama mengatur kontrol atas pasokan gas. (*/rit)