Kepala Kantor Pertanian dan Kehewanan (Kapertawan) Kota Yogyakjarta, Machmud Asvan, Kamis, mengatakan sebelumnya kasus ayam mati mendadak hanya terjadi di Kecamatan Pakualaman, Umbulharjo dan Kotagede.
"Namun sekarang telah meluas di kecamatan lain seperti Gondokusuman, Mergangsan, Tegalrejo, Wirobrajan, Danurejan dan Mantrijeron," katanya.
Menurut dia, ayam yang mati mendadak di Kota Yogyakarta saat ini telah mencapai 138 ekor, tetapi separuh dari jumlah tersebut tidak dilakukan penelitian terhadap penyebab kematiannya karena masyarakat sudah terlanjur membuang bangkai ayam sebelum petugas datang ke lokasi.
"Memang belum tentu kasus ayam mati medadak tersebut akibat virus flu burung, karena ada juga penyakit lain seperti tetelo yang bisa menyebabkan kematian pada hewan peliharaan tersebut," kata dia.
Ia menambahkan, dengan ditemukannya ayam mati mendadak ini pihaknya akan melakukan pemusnahan (depopulasi) secara selektif, artinya pemusnahan hanya dilakukan pada ayam yang kandangnya menyatu atau berdekatan dengan ayam mati mendadak.
"Sampai saat ini jumlah ayam yang didepopulasi mencapai 105 ekor, dan kemungkinan akan bertambah lagi setelah ayam yang mati mendadak di Kota Yogyakarta ditemukan semakin meluas terjadi di sejumlah kecamatan," katanya.
Menurut dia, kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam penanganan flu burung saat ini sudah cukup tinggi, masyarakat mulai aktif melaporkan ke instansi ini jika menemukan ada ayam yang mati mendadak.
Ia mengimbau masyarakat segera mengandangkan unggas atau ayam yang masih berkeliaran dengan harapan tidak terjadi penyebaran virus flu burung, apalagi pada musim hujan virus flu burung dapat bertahan hidup lebih lama dan potensial menimbulkan penularan secara meluas.
Saat ini masyarakat banyak yang meminta bantuan penyuluhan tentang penyakit flu burung dan cara pemeliharaan unggas yang baik. Mereka ingin mengerti sejauh mana sebenarnya bahaya flu burung termasuk upaya penanganannya.
"Yang juga penting masyarakat ingin mengetahui cara memelihara unggas yang benar dan aman," katanya. (*/rit)