< >

31 Siswa SMA Siwalima Ambon Dites HIV/Aids

Kamis, 08 Februari 2007 18:44
Kapanlagi.com - Sedikitnya 31 siswa yang sementara menjalani pendidikan pada SMA Unggulan Siwalima Ambon bentukan Diknas Maluku, menjalani tes darah guna mengetahui tertular tidaknya mereka terhadap virus HIV/AIDS yang akhir-akhir ini meningkat di kota Ambon dan Maluku.

"Mereka telah menjalani tes darah sejak Rabu (7/2) di RS. Otoquik Ambon dan hasilnya baru akan diberikan pimpinan rumah sakit itu, Kamis malam (8/2)," kata kepala Sekolah SMA Unggulan Siwalima, Ny. E. Y. Soumokil, MSc, ketika di Ambon, Kamis.

Pemeriksaan darah itu dilakukan berdasarkan perintah kepala Dinas Diknas Maluku, Ismael Titapele, guna mengetahui tingkat kesehatan para siswa terutama terhadap penyakit berbahaya itu.

Soumokil mengakui, pemeriksaan itu tidak hanya untuk mengetahui siswa tertular HIV/AIDS atau tidak, namun juga dilakukan untuk beberapa penyakit lainnya, diantaranya malaria, demam berdarah, dan penyakit temporer lainnya yang muncul karena perubahan iklim dan suhu, di samping pemeriksaan untuk mengetahui golongan darah serta daya tahan tubuh.

"Paling tidak mereka yang bersekolah pada SMA unggulan Siwalima ini harus steril dari berbagai penyakit, termasuk HIV/AIDS yang jumlah kasusnya cenderung meningkat dan tidak mengenal golongan usia itu," katanya.

Tes darah yang dilakukan juga guna mengungkap kemungkinan siswa menggunakan narkotika dan obat-obat terlarang maupun psikotropika yang peredarannya akhir-akhir ini marak di kalangan generasi muda.

Ia mengakui, pemeriksaan kesehatan secara rutin dilakukan kepada para siswa yang berada pada semester kedua kelas 1, sejak SMA ini dibuka 1 Agustus 2006 lalu oleh Gubernur Maluku itu, sehingga mereka benar-benar sehat untuk mengikuti pendidikan di sekolah berbasis internasional itu.

Sementara itu, Kadis Diknas Maluku, Ismael Titapele secara terpisah, membenarkan pemeriksaan darah terhadap 31 siswa SMA unggulan Siwalima guna mengetahui virus HIV/AIDS, di mana jika ada yang terbukti tertular virus mematikan itu akan dikeluarkan dari sekolah.

"Ini sekolah unggulan yang diproyeksikan menjadi contoh sekolah berbasis pendidikan internasional, sehingga yang bersekolah di situ adalah siswa pilihan dan benar-benar pintar serta bebas dari berbagai penyakit," ujarnya.

Ia menegaskan, tes itu dilakukan sebagai contoh bagi siswa di sekolah lainnya di Kota Ambon, dan Maluku pada umumnya, sehingga lingkungan sekolah benar-benar terbebas dari penyakit yang menyerang sistim kekebalan tubuh itu.

Titapele membantah isu yang berkembang di masyarakat bahwa ada siswa yang telah tertular virus HIV/AIDS. "Isu ini perlu ditelusuri untuk membuktikan kebenarannya, sehingga tidak meresahkan para siswa maupun orang tua dan masyarakat," katanya.

Kendati demikian, ia tidak menepis kemungkinan banyak siswa terjerumus pergaulan bebas sehingga terlibat penggunaan narkoba dan psikotropika, terutama jenis narkoba suntik, sehingga kemungkinan tertular HIV/AIDS sangat besar.

Guna membuktikannya, pihak Diknas Maluku telah menginstruksikan pimpinan masing-masing sekolah untuk menelusurinya, di mana jika terbukti ada yang terlibat penggunaan narkoba dan psikotropika akan dikenakan tindakan tegas termasuk pemecatan.

"Kami ingin sekolah harus benar-benar terbebas dan bersih dari peredaran narkoba dan psikotropika sehingga citra sekolah sebagai tempat menghasilkan SDM berkualitas dapat terjaga," ujarnya. (*/rsd)