Klaim sekitar Rp81 miliar terdiri dari 188 notifikasi harta benda,130 ritel dan 58 korporat, serta 259 notifikasi klaim kendaraan bermotor Jabotabek.
Sementara itu Willy Suwandi Dharma, presiden direktur PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) mengemukakan sampai Selasa (6/2) lalu sebanyak 250 klaim mobil dilaporkan pelanggan dan 500 klaim bencana banjir.
Klaim bencana banjir, ucap Willy, tidak akan berpengaruh terhadap kinerja keuangan Adira Insurance. Karena, perusahaan itu mempunyai total aset sebesar Rp688,18 miliar pada 2006 dengan perolehan premi sebesar Rp436,9 miliar.
Ernita Sari, CSR & PR head PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance), mengemukakan makna positif dapat diambil masyarakat dari bencana banjir berupa peningkatan kepercayaan bagi industri asuransi. Apalagi tingkat kepercayaan masyarakat terhdap industri asuransi masih rendah. "Saat ini merupakan saat yang tepat bagi perusahaan asuransi untuk menunjukkan komitmennya kepada pelanggan, " jelasnya.
Begitupula kejadian perang tarif yang terjadi, ujar Ernita, dapat dikurangi industri asuransi. Sebelumnya, berbagai perusahaan asuransi diketahui melakukan perang tarif. "Setelah terjadi banjir nanti mungkin tidak akan terjadi perang tarif lagi, " tukasnya. (*/rsd)