Kerugian itu dihitung dari kehilangan pendapatan dari interkoneksi sebesar Rp1 miliar-Rp1,6 miliar (incoming), pendapatan Speedy Rp300 juta-Rp500 juta, pendapatan dari layanan suara sebesar Rp2 miliar-Rp2,5 miliar, kerugian akibat dari trunk 2,4,5 sebesar Rp6 miliar-Rp8 miliar dan kerusakan rumah kabel Rp500 juta-Rp1 miliar.
Begitupula kerugian Telkom akibat pembayaran abonemen kepada pelanggan ritel sebesar Rp4 miliar-Rp5 miliar. Sekitar 132.000 sambungan telepon tetap dengan abonemen sekitar Rp36 ribu mengalami gangguan telekomunikasi selama 4 hari atau lebih sejak 2 Februari 2007. Hal itu akan dikonversikan dengan tagihan Maret 2007.
Sedangkan pelanggan Speedy akan memperoleh tambahan pemakaian 10 MB selama Februari 2007. Dan, pemberian diskon 5% dari abonemen tagihan Maret 2007 bagi pelanggan Speedy dengan kapasitas tak terbatas.
Arwin meneruskan kehilangan pendapatan sekitar Rp15 miliar-Rp18 miliar dinilai tidak berpengaruh terhadap pencapaian target kenaikan pendapatan sebesar 15% pada 2007 dibandingkan 2006. Hal itu didasari pendapatan Divisi Regional (Divre) II sebesar Rp8 triliun-Rp10 triliun. (*/rsd)