Bencana alam banjir yang melanda kawasan ibukota DKI Jakarta, dalam sebulan terakhir ini agaknya sangat mempengaruhi pasaran mobil bekas di Palembang.
Sejumlah pengusaha dealer yang khusus menawarkan jual-beli mobil baru dan bekas di beberapa kawasan dalam Kota Palembang, Sabtu mengatakan bahwa bisnis jual beli mobil bekas dalam beberapa pekan terakhir ini mengalami kelesuan akibat pengaruh banjir di Jakarta.
Para calon pembeli sekarang ini kelihatan hati-hati sekali dalam membeli dan memilih mobil bekas, khususnya yang berplat B atau dipasok dari Jakarta, karena takut kalau terkena banjir biasanya mesin kendaraan mudah rusak.
Menurut Syafri, petugas dealer di kawasan Bukit Besar Palembang, sejumlah konsumen setiap akan membeli mobil bekas utamanya yang berplat B selalu menyinggung "jangan-jangan terkena banjir".
Bahkan sebagian lagi mengurungkan niat membeli malah beralih "melirik" mobil bekas yang berpelat BG dari Sumsel atau BH asal Jambi, kata Syafri.
Padahal lanjut dia, stok yang tersedia dengan plat B sebenarnya sudah ada sebelum terjadi banjir di Jakarta, namun calon pembeli tetap saja ragu sehingga tidak jadi membeli atau dengan cara tukar-tambah.
Menurut dia, sekarang ini bos pemilik dealer melihat situasi yang kurang menguntungkan itu cendrung mencari mobil bekas dari daerah lain seperti Jambi, Bengkulu dan Lampung bukan berplat B.
Namun untuk memasok mobil bekas dari beberapa daerah tersebut, sekarang ini jarang ada yang menjual sehingga stok tersedia berkurang, katanya.
Kalau sebelum terjadi banjir di Jakarta, mobil bekas berasal dari Jakarta biasanya bisa terjual antara empat hingga lima per bulan dengan keuntungan bisa mencapai Rp2 juta hingga Rp3 juta, sekarang ini untuk melakukan yang ada saja susah, tambahnya. (*/rit)