Saat ini DBD mulai menyerang kepulauan Masalembu di dua desa, sejak sepekan terakhir, ujar dr Samsu Hadi Widjoyo, Kabid Pemberantasan dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Sumenep, dikonfirmasi, Minggu (11/2).
Pasien yang masih dalam perawatan intensif, kata Samsu, masih delapan orang, semuanya anak-anak di bawah umur 10 tahun. DBD terbanyak menyebar di Desa Masalima, hingga 17 kasus, sedangkan dua kasus lainya di Desa Sukajeruk.
Menurut Samsu, kasus DBD sejak awal tahun 2007 sudah mencapai 118 kasus, baik daratan maupun kepuluan di Sumenep termasuk satu korban di Kecamatan Gayam, Kepulauan Sapudi.
Penyebaran kasus DBD pada tahun 2007 ini, lebih melebar bila dibanding dengan tahun sebelumnya.
"Tahun lalu lebih terpusat di wilayah kota. Tapi saat ini penyebarannya sudah ke pinggiran kota serta kepulauan," tuturnya.
Sebelum melakukan pengasapan (fogging) di sejumlah kawasan yang menjadi penyebaran DBD khususnya dikepulauan, papar Samsu, pihaknya akan melakukan pemantauan dan penelitian lebih akurat
Pasalnya, pengasapan dikepulauan biayanya tidak sedikit, yaitu membutuhkan dana tiga kali lipat dibanding kegiatan pengasapan di daratan.
Sebelum ada kegiatan pengasapan, ia meminta warga melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara Menguras, Mengubur dan Menutup bak mandi atau tempat bersarangnya nyamuk DBD. (*/bun)