< >

Sekitar 7% Saham Newmont Ditawarkan Tahun Ini

Senin, 12 Februari 2007 09:45
Kapanlagi.com - Sebanyak 7% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) akan ditawarkan pada 2007 menyusul penjualan tiga% saham perusahaan pertambangan tembaga dan emas yang saat ini tengah dalam proses.

Direktur Pembinaan Usaha Mineral, Batubara, dan Panas Bumi Ditjen Mineral, Batubara, dan Panas Bumi Departemen ESDM MS Marpaung di Jakarta, Minggu, mengatakan, nilai penjualan tujuh% saham NNT itu masih dalam perhitungan.

"Banyak variabel yang harus diperhatikan dalam menghitung nilai divestasi tujuh% saham NNT itu," katanya.

Menurut Marpaung, proses penawaran saham sebesar tujuh% tersebut akan berlangsung sejak Maret 2007 hingga Maret 2008.

Saat ini, divestasi saham NNT sebesar tiga% senilai 109 juta dolar AS ke konsorsium perusahaan daerah tengah dalam proses.

Bergabung dalam konsorsium itu adalah perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, Pemerintah Kabupaten Sumbawa, dan Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sesuai aturan, saham pertama kali ditawarkan ke pemerintah pusat. Apabila pemerintah pusat tidak berminat, maka ditawarkan ke pemerintah daerah.

Namun, jika pemerintah daerah juga tidak berminat, maka saham akan ditawarkan ke swasta nasional.

Sebelumnya, pemerintah pusat yang diwakili Departemen Keuangan telah menyatakan penolakannya membeli tiga% saham NNT itu.

Kontrak karya (KK) eksplorasi tambang di Batu Hijau, Sumbawa Barat, NTB antara Pemerintah Indonesia dengan NNT ditandatangani 2 Desember 1986.

Tambang Batu Hijau dengan nilai investasi 1,8 miliar dolar AS diperkirakan memiliki cadangan tembaga sebesar 6,3 miliar pound dan emas 7,2 juta ounce.

Sesuai KK itu maka saham NNT akan dilepas secara bertahap hingga 51% sampai tahun 2010.

Setelah penjualan tiga%, jumlah saham NNT yang ditawarkan adalah sebanyak tujuh%.

Namun, menurut seorang sumber, proses penjualan tiga% saham tersebut masih menyisakan sejumlah persoalan terutama tarik-menarik antarperusahaan daerah.

Selain itu, permasalahan lain adalah kemungkinan memasukkan tambang Elang Dodo yang juga dimiliki NNT ke dalam perhitungan penjualan saham.

Sebab, eksplorasi tambang Elang Dodo akan lebih bernilai ekonomis apabila disatukan dengan Batu Hijau mengingat letaknya yang berdekatan.

Padahal, sesuai aturan, proses penjualan tiga% saham NNT sudah harus diselesaikan pada Maret 2007.

Kalau tidak juga tercapai kesepakatan, maka penjualan tiga% saham NNT akan ditambah tujuh%, sehingga menjadi 10%.

Namun, dengan harga yang disesuaikan kembali. NNT dimiliki Nusa Tenggara Partnership sebesar 80% dan PT Pukuafu Indah Indonesia 20% sisanya.

Adapun Nusa Tenggara Partnership dimiliki Newmont Indonesia Limited 56,25% dan Nusa Tenggara Mining Coporation 43,75%. (*/rit)