< >

Air Asia Lirik Jalur Singapura dan Kuala Lumpur

Senin, 12 Februari 2007 11:17
Kapanlagi.com - Pimpinan perusahaan penerbangan bertarif murah Malaysia, AirAsia mengatakan Senin bahwa ia berharap dapat mendapat persetujuan terbang antara Singapura dan Kuala Lumpur kemungkinan pada Mei mendatang dan dapat mengoperasikan 20 penerbangan per hari untuk jalur-jalur menguntungkan itu.

Tony Fernandes, di mana banyak menjanjikan untuk harga-harga tiket yang lebih murah ketimbang saat ini untuk jalur tersebut, kata para pejabat penerbangan dari Malaysia dan Singapura, yang diperkirakan akan bertemu pada bulan depan untuk membahas masalah itu lebih rinci.

"Secara nyata, itu merupakan jalur penting bagi kami. Jalur itu seperti jalur sibuk Paris-London. Dan jalur tersebut tentunya akan menguntungkan," kata Fernandes, seraya menambahkan bahwa Kuala Lumpur telah "menetapkan menjadi sebuah pusat untuk penerbangan-penerbangan berbiaya murah."

"Pada April atau Mei mendatang, saya berharap dapat memperoleh persetjuan tersebut," tambahnya.

AirAsia telah berupaya keras memperoleh akses untuk jalur tersebut, di mana saat ini didominasi oleh Singapore Arilines dan Malaysia Airlines.

Ke dua perusahaan penerbangan itu menyumbang 85 persen lalu lintas pada jalur 30 menit antara dua kota tersebut, dengan tiket perjalanan dari Singapura lebih dari 450 dolar singapura (294 dolar AS) termasuk pajak.

Fernandes mengatakan satu kali penerbangan tiket AirAsia akan dimulai dari 60 dolar. Pimpinan AirAsia itu juga mengatakan bahwa perusahaan penerbangan itu telah memperoleh pengiriman 16 pesawat baru jenis A320 Airbus dan akan mempunyai 23 pesawat jet pada Juni mendatang.

"Kami sangat senang dengan pesawat jenis A320. Biaya operasional jet lebih rendah ketimbang yang diperkirakan. Bahan bakar juga lebih irit dari pada yang diperkirakan," tambahnya.

Fernandes juga mengesampingkan setiap kekhawatiran tersaing dari perusahaan penerbangan bertarif murah Singapura yakni Tiger Airways.

Tiger, yang memulai penerbangan pada 2004, dimiliki sahamnya oleh empat perusahaan penerbangan termasuk Singapore Airlines dan perusahaan investasi Temasek Holding.

Fernandes membawa perjalanan udara bertarif murah ke Asia Tenggara pada 2001 dengan keberhasilan formula biaya murah dengan `short haul`.

Bulan lalu ia memberikan kejutan kepada industri penerbangan dengan mengumumkan penerbangan murah baru, AirAsia X, untuk jalur-jalur long-haul. (*/rit)