Dengan batas waktu yang ditetapkan Maret, para perunding Amerika Serikat dan Korea Selatan di mana melakukan pertemuan pekan ini di Washington guna menyelesaikan berbagai perbedaan di antara mereka mengenai perdagangan farmasi dan mobil serta memperbaiki perdagangan untuk membuka jalan bagi tercapainya perjanjian perdagangan bebas (FTA).
Para perunding memulai pembicaraan hari Minggu (11/2) dengan harapan berbagai kemajuan diperoleh setelah enam putaran pembicaraan sebelumnya hanya mengalami sedikit kemajuan yang menyangkut berbagai masalah kunci sejak diluncurkan mereka Juni lalu.
"Kami akan mencoba menjamin keseimbangan (permintaan satu sama lain) dengan mengkaitkan permintaan kami untuk memperbaiki perdagangan dengan permintaan AS seputar obat-obatan dan mobil," kata Kim Jong Hoon, pimpinan perunding Korea Selatan.
Dengan waktu yang terus berjalan, ke dua tim memulai menunjukkan fleksibilitas mereka. Washington mengatakan pihaknya mau membicarakan apa yang disebut pajak `safeguard`.
Sebagai tanggapan, Seoul mengatakan pihaknya dapat berbicara lebih fleksibel mengenai masalah obat-obatan.
Para perunding AS meminta Seoul untuk melindungi hak-hak properti intelektual lebih kuat yang akan dibutuhkan manufaktur Korea Selatan untuk memberi kemudahan perusahaan-perusahaan farmasi Amerika periode waktu yang lebih lama untuk memproduksi obat-obatan dengan merk mereka versi generik.
Jika perjanjian itu berhasil, maka akan dapat mendorong ekspor Amerika Serikat ke Korea Selatan, yang merupakan mitra dagang terbesar ketujuhnya, dengan tujuh miliar dolar AS, demikian menurut para pemikir Institut Kebijakan Ekonomi Korea.
Selain itu dengan keberhasilan perjanjian itu maka Amerika Serikat mungkin memperoleh 12 miliar dolar kenaikan dalam ekspornya ke Korea selatan.
Dengan jumlah tim perundingan yang masing-masing mencapai lebih dari 200 orang, menunjukkan tanda-tanda ke dua negara serius seputar batas waktu yang ditetapkan pada akhir Maret.
Pada pembicaraan tersebut yang dijadwalkan sampai Rabu (14/2), Seoul ingin Washington memperlunak peratutan anti-dumping yang telah merugikan para eksporter Korea sementara Amerika Serikat ingin memperoleh akses pasar lebih besar bagi mobil dan juga produk-produk pertanian Amerika.
Sementara itu, Asisten Perwakilan dagang Amerika Serikat Wendy Cutler menyatakan bahwa Korea Selatan yang mengenakan tarif rata-rata 8,0 persen saat ini untuk mobil Amerika dan apa yang ia sebut suatu sistem pajak diskriminasi telah menciptakan ketimpangan perdagangan di antara mereka.
Dibuktikan dengan penjualan mobil AS di Korea Selatan hanya tercatat 4.000 unit setiap tahunnyaa, sementara mobil Korea yang terjual di Amerika Serikat mencapai 700.000 unit.
Cutler juga berusaha memperoleh akses lebih besar untuk pasar beras Korea Selatan karena Korsel mendesak Amerika Serikat lebih membuka pasar tekstilnya agar lebih banyak barang-barang Korea Selatan yang masuk ke Amerika Serikat. (*/rsd)