< >

Pengangguran di Jatim Bertambah Setengah Juta Orang

Rabu, 14 Februari 2007 15:18
Kapanlagi.com - Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, pada Desember 2005 menunjukkan, angka pengangguran di Jatim mencapai 1.082.221 orang, dan Desember 2006 meningkat menjadi 1.575.299 orang dari total jumlah penduduk Jawa Timur yang mencapai 37.478.737 orang, yang berarti angka pengangguran bertambah sekitar setengah juta orang.

Kepala Sub Dinas Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Disnaker Jatim, Rahayu, di Surabaya, Rabu, mengemukakan, persoalan yang terjadi setiap tahun pada ketenagakerjaan di Jawa Timur adalah, jumlah angkatan kerja baru jauh lebih besar di banding pertumbuhan lapangan kerja produktif, dan rendahnya investasi baru.

Itu terjadi, karena berbagai alasan politik, ekonomi, dan keamanan, serta ketidakseimbangan antara kualitas tenaga kerja yang tersedia dengan tenaga kerja yang dibutuhkan.

"Besarnya angka pengangguran ini akan memberikan dampak meningkatnya angka kemiskinan di Jawa Timur," ucapnya.

Data terbaru BPS menunjukkan, jumlah angkatan kerja pada 2006 mencapai 19.244.959 orang, terdiri dari 12.150.544 laki-laki dan 7.094.415 perempuan, sedangkan jumlah angkatan kerja yang tertampung pada 2006 sebesar 17.669.660 orang, terdiri dari 11.336.933 laki-laki dan 6.332.727 perempuan.

"Jadi, sisa angkatan kerja yang belum mendapat pekerjaan hingga saat ini mencapai 1.575.299 orang," paparnya.

Penyebab terjadinya pengangguran diantaranya, karena menurunnya daya serap tenaga kerja di sektor industri akibat kenaikan BBM, serta rendahnya daya saing produk lokal serta terbatasnya investasi.

Untuk menekan jumlah pengangguran yang terus meningkat itu, Disnaker Jatim telah mengadakan perluasan kesempatan kerja di berbagai sektor, antara lain dengan pembudayaan kewirausahaan melalui sistem pelatihan, bimbingan rintisan usaha, serta pemberian bantuan teknik atau stimulan, penciptaan lapangan kerja melalui pembaharuan sistem pertanian maupun non pertanian, dan melalui program padat karya produktif dan pameran bursa kerja (job market fair).

Sementara itu, pekerja di sektor buruh di Jatim saat ini mencapai, 4.372.722 orang, berusaha mandiri tanpa bantuan 3.012.129 orang, bekerja dengan bantuan RT, 3.747.503 orang, pekerja bebas di sektor pertanian 1.777.830 orang, pekerja bebas non pertanian 931.235 orang dan pekerja tidak dibayar mencapai 3.236.362 orang. (*/rit)