Pertemuan Utara-Selatan akan diselenggarakan hari Kamis di kota perbatasan Korea Utara, Kaesong, setelah Pyongyang menerima usulan dari Seoul untuk mengadakan perundingan-perundingan tingkat menteri guna membahas dimulainya lagi pembicaraan-pembicaraan tingkat menteri, kata kementerian.
Seorang jurubicara kementerian mengatakan, Korea Selatan berharap pelanjutan dialog antar-Korea juga akan menyumbang kepada pelaksanaan kesepakatan yang dicapai Selasa, dalam perundingan nuklir enam negara, di dalam mana Pyongyang menjanjikan menutup fasilitas penting nuklirnya dan mendapat ganti bantuan energi serta konsesi-konsesi lainnya.
Perjanjian dicapai di Beijing antara kedua Korea, Amerika Serikat, China, Jepang dan Rusia.
Perundingan antar-Korea mengenai perbaikan hubungan-hubungan dan kerjasama ekonomi terkendala sejak Juli, ketika Korea Utara melakukan ujicoba rudal, yang menyebabkan Korea Selatan menangguhkan bantuannya kepada negara tetangganya yang ketika itu dilanda kelaparan.
Ujicoba nuklir pertama Korea Utara menyusul pada bulan Oktober. Tindakan itu mendapat kecaman dari masyarakat internasional, dan mengakibatkan sanksi-sanksi PBB yang diberikan kepada Pyongyang.
Dua negara di semenanjung Korea itu secara teknik masih dalam keadaan berperang, setelah satu gencatan senjata dan tidak adanya perjanjian perdamaian ditandatangani pada akhir Perang Korea pada 1950-1953.
Pemerintah Korea Selatan sejak itu menempatkan pendekatan terhadap Korea Utara sebagai prioritas dalam upaya membujuk tetangganya itu menjadi lebih terbuka. (*/lpk)