"Jadi begini, kasus narkoba kan kenyataannya tidak melihat siapa dia. Ternyata dari kalangan pejabat, anak pejabat, orang biasa semuanya bisa terkena. Terkait masalah kemarin, saya bekerja secara profesional saja," kata dia, di sela-sela menyaksikan gelar personil dan peralatan penanggulangan bencana, di Bandarlampung, Rabu.
Menyinggung kalau adanya desakan, karena salah satu korban yang diamankan adalah anak pejabat dan petinggi di salah satu partai, Kapolda Lampung itu secara tegas mengatakan jangan coba-coba intervensi.
"Kalau sudah disebutkan profesional, tahulah batasannya. Kalau saya bekerja secara profesional tidak ada peluang pihak lain untuk intervensi," kata dia tegas.
Sebelumnya, MRA (17) putra salah seorang Wakil Ketua DPRD Lampung diamankan jajaran Polda Lampung karena diduga mengonsumsi narkoba di dalam kendaraan Kijang Innova warna biru BE-819-PS dalam kondisi mabuk.
Setelah dites urine oleh tim medis setempat, menunjukkan positif mengandung amfetamin, namun untuk meyakinkan Polda Lampung mengirimkan ke Laboratorium Forensik Mabes Polri, hasilnya pun positif.
Sementara sejumlah siswa tempat MRA sekolah mengaku sedih karena merusak citra.
"Karena ulah dia, kami pun jadi malu. Padahal sekolah kami memiliki satgas pencegahan narkoba tapi jebolnya justeru oleh anak petinggi di Lampung," ujar seorang siswa yang meminta identitas diri dan sekolahnya tidak disebutkan. (*/rsd)