< >

93 Tewas Dalam Bentrokan Tentara dan Pemberontak di Yaman

Rabu, 14 Februari 2007 22:15
Kapanlagi.com - Sebanyak 93 orang, termasuk 18 tentara, tewas dalam bentrokan sengit antara pasukan dan pengikut pemberontak Syi'ah di bagian utara Yaman dalam tiga hari terakhir, kata pejabat militer Yaman, Rabu (14/02).

Sebanyak 18 tentara terbunuh saat pasukan pemerintah melakukan serbuan besar-besaran terhadap para pemuda pengikut kepercayaan sesat pimpinan Abdul Malik Houti, kata para pejabat kepada DPA.

Para pejabat tersebut yang enggan menyebutkan namanya mengatakan sejumlah 75 pemberontak terbunuh saat tentara mengambil alih kekuasaan di tujuh wilayah pegunungan yang selama ini digunakan pemberontak di bagian utara provinsi Saada.

Jumlah anggota tentara tewas mencapai 60 orang sejak pasukan pemerintah melancarkan serangan terhadap pemberontak akhir Desember silam.

Surat kabar Al-Ayyam melaporkan, seorang tentara berpangkat kolonel dikuburkan di kota kelahirannya utara Yaman pada Selasa, setelah terbunuh dalam bentrokan dengan pemberontak.

Seorang pejabat, Muhammad Jabir Othman, dan seorang pengawalnya terbunuh, dan dua pengawal lainnya cidera dalam penyerangan, kata surat kabar itu, dan menambahkan, enam pengikut pemberontak juga terbunuh.

Hingga kini belum ada angka pasti mengenai jumlah korban tewas dalam bentrokan tersebut.

Hari Minggu, tentara pemerintah melancarkan serangan secara besar-besaran di tempat-tempat pemberontak Syi`ah di Saada, sekitar 230 km sebelah utara Sana`a, setelah berminggu-minggu terjadi aksi saling menyerang.

Provinsi Saad, yang berbatasan dengan Arab Saudi, telah menjadi ajang perlawanan militer antara pasukan pemerintah dengan pengikut Al-Haithi sejak enam pekan silam.

Para pejabat pemerintah menuduh Abdul Malik Al-Houthi, putra seorang pengikut Syi'ah terkemuka, Badruddin Al-Houthi, sebagai pemimpin sisa-sisa pengikut organisasi terlarang dan bersenjata, Pemuda Percaya.

Kelompok itu dibentuk oleh saudara sulungnya, Hussein, yang dibunuh oleh tentara pada September 2004.

Konfrontasi berdarah telah menewaskan 720 pasukan pemerintah, kata sebuah laporan pemerintah.

Saleh menuduh Houthi telah mencoba membangun peran Islam.

Media lokal mengutip pejabat pemerintah baru-baru ini yang menuduh Iran dan Libya telah membiayai para pemberontak tersebut. (*/lpk)