"Sekitar 2.650 pesawat penumpang akan diperlukan di China daratan dengan nilai total 289 miliar US$. Armada pesawat penumpang China akan meningkat tiga kali lipat dalam 20 tahun mendatang, dari 760 pada akhir tahun 2005 hingga 2.700 pada tahun 2025," kata Airbus dalam siaran persnya, di Toulouse, markas besarnya.
Direktur Utama Operasi bagi Konsumen Airbus, John Leahy mengatakan ini merupakan tujuan perusahaan ini untuk mencapai saham 50% pasar China pada tahun 2011.
"Pada saat-saat pesawat dalam pelayanan, saham pasar Airbus di China daratan meningkat dari tujuh persen pada tahun 1995 ke 35 % pada saat ini," kata Leahy.
Airbus mengatakan diantara faktor-faktor yang menyebabkan pertumbuhan industri transportasi udara China adalah pertumbuhan ekonomi sekitar 8 % dalam 10 tahun mendatang, liberalisasi pasar yang meningkat dan "gelombang pariwisata ke luar China mendatang".
Lalulintas dalam negeri China daratan akan terus meningkat dalam langkah yang cepat, meningkat dengan kuranglebih 11 persen per tahun. Negeri ini akan memerlukan sekitar 1.200 pesawat yang hanya memiliki satu lorong dalam 10 tahun mendatang, dan hingga 1.900 pesawat dalam 20 tahun, kata Airbus. (*/rsd)