Staf Operasi Markas Besar Angkatan Udara Supadio Pontianak dan Direktur Latihan Kolonel (Pnb) IB Putu Dunia, di Pontianak, Rabu, mengatakan, kegiatan patroli di kawasan Laut China Selatan dan Selat Karimata sebagai rangkaian kegiatan latihan bersama "Camar Indopura" ke-14 itu penting karena dua kawasan laut tersebut masih rawan terhadap pencurian ikan dan kegiatan bajak laut.
Dalam latihan bersama tersebut, TNI-AU dan RSAF masing-masing menurunkan satu pesawat tempur untuk mengitari kedua wilayah antara Indonesia dan Singapura.
Ia mengatakan, latihan bersama itu diharapkan dapat memperkuat persahabatan kedua angkatan bersenjata sehingga apabila ada kasus yang menyangkut kedua negara dapat diselesaikan dengan baik.
Dengan latihan bersama itu, jika sewaktu-waktu, timbul perbedaan di lapangan, kedua pihak bisa menyelesaikannya secara kekeluargaan dan musyawarah bukan dengan angkat senjata, katanya.
"Tetapi yang paling penting adalah memupuk rasa persahabatan secara terus-menerus dari generasi ke generasi sehingga pengamanan udara kita tidak menghadapi masalah yang berarti," kata Putu Dunia.
Sementara itu, Direktur Pelatihan Penerbangan Singapura RSAF, Letkol Upanad Nair, menyambut baik kerja sama dengan TNI AU dan berharap kerja sama itu terus berlanjut di masa mendatang.
"Langkah latihan gabungan di bidang maritim seperti ini sangat bagus dikembangkan, karena masing-masing prajurit bisa saling tukar-menukar pengalaman," katanya.
Ia mengatakan, latihan bersama itu juga telah terbukti bermanfaat ketika terjadi bencana Tsunami di Banda Aceh 2004. (*/lpk)