< >

Ribuan KK di Sikka Terancam Kelaparan

Kamis, 15 Februari 2007 11:12
Kapanlagi.com - Ribuan kepala keluarga (KK) yang bermukim pada 80 desa/kelurahan di Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan terancam kelaparan akibat kehabisan stok pangan.

Asisten II Setda Kabupaten Sikka, dr. Henyo Kerong yang dikonfirmasi melalui telepon saluler, dari Kupang, Kamis membenarkan adanya puluhan desa yang kehabisan pangan akibat gagal panen selama dua musim tanam berturut-turut.

Desa-desa yang paling parah terdapat di Kecamatan Talibura, Bola, di sepanjang pesisir pantai utara Maumere dan Kecamatan Mego dan Magepanda di kawasan pegunungan yang selama ini hanya mengandalkan tanaman monokultur.

Menurut dia, dari laporan sementara yang diterima, baik melalui kepala desa maupun camat serta hasil survei petugas di lapangan menunjukkan, ada 80 dari 160 desa yang tersebar di semua kecamatan di Kabupaten Sikka terindikasi kesulitan bahan pangan.

Sementara jumlah kepala keluarga (KK) yang tercatat mengalami kehabisan stok pangan dan saat ini menggantungkan hidup pada makanan-makanan alternatif berjumlah 39.094 kepala keluarga (KK).

Jumlah KK yang mengalami masalah pangan ini kemungkinan masih terus bertambah, karena dalam tahun ini peluang terjadi gagal panen sangat terbuka akibat minimnya curah hujan.

"Kita sudah prediksikan bahwa tahun ini pasti terjadi gagal panen lagi karena tanaman-tanaman sudah mulai mengering. Tidak ada harapan untuk panen tahun ini," katanya.

Pemerintah Kabupaten Sikka, kata dia, saat ini sudah menyiapkan 350 ton beras sisa stok tahun 2006 lalu untuk disalurkan ke 160 desa yang ada di Kabupaten Sikka.

"Beras sisa tahun 2006 lalu masih ada sekitar 350 ton, dan saat ini sudah siap untuk disalurkan ke semua desa," katanya.

Dia mengatakan, bantuan beras yang diberikan dalam bentuk proyek padat karya ini baru disalurkan karena data mengenai jumlah kepala keluarga dan desa-desa yang mengalami masalah pangan baru terdata seluruh.

"Memang penyaluran bantuan agak sedikit terlambat, tetapi kami tidak bisa menerima laporan langsung mendroping beras. Kita butuh data yang akurat agar bantuan yang didroping ke desa-desa bisa tepat sasaran," katanya.

Dia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sikka sebelumnya sudah menyalurkan bantuan bibit jagung sebanyak 167 ton, padi 20 ton dan kacang tanah empat ton.

Bantuan bibit tahan panas ini diharapkan bisa membantu para petani, karena semua tanaman pertanian milik petani di wilayah itu dipastikan gagal panen akibat minimnya curah hujan tahun ini, katanya. (*/rit)