Pemantauan ANTARA, Kamis ratusan hektare (Ha) tanaman padi milik warga setempat yang baru saja di tanam terancam mati, dan lalu lintas di wilayah tersebut juga nyaris lumpuh.
Air sungai yang meluap setinggi pinggul orang dewasa akibat curah hujan tinggi tersebut, telah mengakibatkan 11 desa di sepanjang bantaran Sungai Kusan, sejak Sabtu (10/2) terendam air.
"Itu bukan banjir, tetapi luapan air sungai Kusan mengakibatkan jalan 3km terendam air setinggi pingggul orang dewasa, dan sampai saat ini masih dalam keadaan aman-aman saja," kata Camat Kusan Hulu Drs Hamsuri.
Ke-11 desa yang terendam tersebut diantaranya, Goro Panjang, Kapus, Tacakan, Daran Binjai, Binawara, Anjir Baru, Baharangan, Mantap, Sungai Rukem, Lasung, dan Teluk Kepayang.
"Jadi di wilayah tersebut sampai saat ini hanya mobil truk saja yang dapat beroperasi, sedangkan untuk mobil kecil dan kendaraan belum dapat beroperasi, karena ketinggian air masih sepinggul orang dewasa," ujarnya.
Selain merendam 11 desa, luapan air Sungai Kusan tersebut juga telah meluber ke sekolah dasar Bangkalan Api hingga 20 cm lebih. Akibatnya, beberapa hari sekolah proses belajar mengajar terhenti.
Untuk mengantisipasi luapan air dan banjir yang lebih besar lagi, kami telah menyiapkan rakit bambu, drum-drum bekas, perahu plastik dan tempat evakuasi.
Selain itu, Camat Kusan Hulu juga telah membentuk satgas-satgas dari masing-masing desa di 20 desa di Kecamatan Kusan Hulu.
"Insya Allah jika terjadi banjir yang lebih besar lagi, semuanya telah siap dievakuasi, dan alat penyelamatan dan evakuasi telah disiapkan," ujar Hamsuri.
Hamsuri menambahkan, pihaknya telah menghimbau masyarakatnya agar tidak panik dan resah, karena semuanya telah siap.
"Belajar dari masa lalu semuanya dalam keadaan tenang dan tidak membahayakan," katanya. (*/rit)