< >

'Cost Recovery' Brantas Tak Cukup Biayai Lumpur Lapindo

Jum'at, 16 Februari 2007 09:27
Kapanlagi.com - Nilai cost recovery Blok Brantas, Sidoarjo, Jatim, yang dikelola Lapindo Brantas Inc tidak akan cukup membiayai seluruh penanganan luapan lumpur yang masih terus keluar hingga kini.

"Biaya penanganan luapan lumpur sebesar Rp3,8 triliun yang telah ditetapkan, tidak akan tertutupi dari `cost recovery` Blok Brantas," ujar Deputi Perencanaan Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas), Ahmad Luthfi, di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, biaya penanganan luapan lumpur akan masuk dalam "cost recovery" jika pengadilan memutuskan semburan lumpur bukan karena kelalaian Lapindo, namun karena bencana alam.

Dari lima lapangan di Blok Brantas, hanya dua yang berproduksi yaitu Wunut dan Carat.

Sedang, lapangan lain yakni Banjar Panji menimbulkan masalah dengan keluarnya lumpur panas.

Manajer Eksplorasi Lapindo Bambang Istiadi mengatakan, cadangan gas Wunut mencapai 126 miliar kaki kubik.

Produksi gas Wunut yang mulai 1999 diperkirakan hanya bertahan sampai tahun 2011.

"Dari produksi yang mencapai 80 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) kini tinggal 25 MMSCFD," katanya. (*/rit)