< >

260 Ribu Ton Beras Impor Masuk Lewat Pelabuhan Jawa

Senin, 19 Februari 2007 13:03
Kapanlagi.com - Sebanyak 260 ribu ton beras impor tambahan dari 500 ribu ton yang direncanakan akan masuk melalui tiga pelabuhan besar di Pulau Jawa yaitu Tanjung Priok, Jakarta (40.000 ton), Tanjung Emas, Semarang (60.000 ton), dan Tanjung Perak, Surabaya (180.000 ton).

"Tanjung Perak paling banyak karena kapasitas gudangnya besar dan sebagian dialokasikan untuk daerah-daerah di Indonesia Timur," kata Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Diah Maulida, di Jakarta, Senin.

Pengaturan tersebut tercantum dalam Surat Menteri Perdagangan Nomor 138/M-DAG/2/2007 yang ditandatangani pada 14 Februari 2007. Surat tersebut menyebutkan, beras yang akan diimpor oleh Perum bulog itu akan masuk melalui 15 pelabuhan.

Selain tiga pelabuhan tersebut, kedua belas pelabuhan masuk lainnya adalah Lhok Seumawe, NAD (6.000 ton), Belawan, Medan (24.000 ton), Teluk Bayur, Padang (12.000 ton), Dumai, Riau (22.000 ton), Panjang, Lampung (36.000 ton), Ujung Pandang, Sulsel (24.000 ton), Pare-Pare, Sulsel (42.000 ton), Celukan Bawang, Bali (6.000 ton), Mataram, NTB (12.000 ton), Kupang, NTT (30.000 ton), dan Jayapura, Papua (6.000 ton).

Beras impor tambahan yang didapat dengan kesepakatan antar pemerintah (G to G) itu boleh masuk hingga 30 April 2007 yang dibuktikan dengan tanggal pendaftaran pemberitahuan pabean berupa Manifest (BC 1.1).

Sebelumnya Wakil Presiden Jusuf Kalla, usai memimpin rapat terbatas tentang Ketahanan Pangan di Gedung Bulog, Selasa (13/2) mengumumkan rencana impor 1 juta ton beras yang dibagi dua tahap yaitu 500 ribu ton beras diantaranya akan dilakukan segera, sedangkan 500 ribu sisanya masih merupakan opsi jika diperlukan.

Opsi tersebut akan diambil jika operasi pasar (OP) yang dilakukan sejak Desember 2006 tidak berhasil menurunkan harga beras ketingkat Rp4.300 per kg.

Pemerintah telah berkomitmen untuk melakukan OP sebesar-besarnya demi menurunkan harga beras yang sempat mencapai Rp5.400 per kg untuk kualitas III di Jakarta selama banjir.

Wapres menjelaskan batas kedatangan beras impor antara Maret dan April 2007. Sementara itu, beras dari Vietnam yang izin impornya sebanyak 500 ribu ton dikeluarkan pada 2006 belum seluruhnya masuk. (*/rit)