< >

Opsi Impor 500 Ribu Ton Tergantung Pengadaan Stok Bulog

Senin, 19 Februari 2007 15:23
Kapanlagi.com - Pilihan (opsi) untuk melakukan impor lagi sebanyak 500ribu ton beras tergantung pengadaan stok Perum bulog pada masa panen raya Maret-April 2007.

"(opsi impor lagi) akan dikaitkan dengan posisi stok yang dikelola Bulog, kalau pengadaan dalam negeri di bulan April belum memenuhi keamanan stok, ya dilakukan juga," kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Departemen Perdagangan, Ardiansyah Parman, di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan, keputusan impor yang diumumkan Wakil Presiden Jusuf Kalla yakni 500ribu ton yang dilakukan segera dan opsi 500ribu ton yang dilakukan jika diperlukan.

"Kalau impor itu tujuannya untuk mengisi stok Bulog yang dipakai untuk Operasi Pasar (OP) dan beras miskin (raskin). Walau pun (beras impor) masuk lebih dari Maret, tidak apa-apa karena masuk ke gudang Bulog," jelasnya.

Opsi impor tambahan lagi juga akan ditentukan setelah mengevaluasi hasil operasi pasar yang sedang berlangsung dan perkembangan pelaksanaan impor beras sebelumnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu telah mengeluarkan surat perintah pelaksanaan impor beras tambahan 500ribu ton kepada Perum Bulog.

Surat Menteri Perdagangan Nomor 138/M-DAG/2/2007 yang ditandatangani pada 14 Februari 2007 tersebut menyatakan, beras impor akan masuk melalui 15 pelabuhan.

Sebanyak 260 ribu ton beras impor tambahan dari 500 ribu ton direncanakan akan masuk melalui tiga pelabuhan besar di Pulau Jawa yakni Tanjung Priok, Jakarta (40.000 ton), Tanjung Emas, Semarang (60.000 ton), dan Tanjung Perak, Surabaya (180.000 ton).

Selain tiga pelabuhan tersebut, kedua belas pelabuhan masuk lainnya adalah Lhok Seumawe, NAD (6.000 ton), Belawan, Medan (24.000 ton), Teluk Bayur, Padang (12.000 ton), Dumai, Riau (22.000 ton), Panjang, Lampung (36.000 ton), Ujung Pandang, Sulsel (24.000 ton), Pare-Pare, Sulsel (42.000 ton), Celukan Bawang, Bali (6.000 ton), Mataram, NTB (12.000 ton), Kupang, NTT (30.000 ton), dan Jayapura, Papua (6.000 ton).

"Surabaya, pagu raskinnya per bulan banyak, diatas 26ribu ton. Beras impor masuk paling banyak lewat Surabaya karena untuk kebutuhan daerah Indonesia Timur seperti Denpasar dan Maluku. Seluruh divisi regional (divre) Bulog harus diisi kembali, paling tidak ada 26 divre yang akan diisi kembali," jelas Ardiansyah.

Beras impor tambahan yang didapat dengan kesepakatan antar pemerintah (G to G) itu boleh masuk hingga 30 April 2007 yang dibuktikan dengan tanggal pendaftaran pemberitahuan pabean berupa Manifest (BC 1.1).

Ia mengatakan, upaya menekan harga beras dengan mengggelontorkan pasokan di Jakarta akan berlangsung selama empat pekan ini. Dipastikan harga akan mulai turun pada Maret karena panen sudah dimulai.

"Diharapkan Maret sudah panen, jadi jangan digelontor terus nanti harganya jatuh," ujarnya.

Untuk menekan harga beras yang melonjak, Depdag memperluas jangkauan OP yang digelar Bulog. Bukan hanya di pasar tradisional namun juga di Pasar Induk Cipinang (PIC) serta di kelurahan dan departemen.

"OP di PIC tujuannya menambah pasokan, sehingga barang dagangan bertambah dan harga turun. Suplai dari Jawa tengah dan timur juga tidak mengalir deras ke DKI sehingga harga di daerah jadi turun," paparnya. (*/rit)