Menteri Pertanian Anton Apriyantono di Jakarta, Senin menyatakan, benih varietas unggul bermutu dan hibrida itu akan dibagikan secara cuma-cuma kepada petani di sentra produksi guna mendukung target peningkatan produksi pangan setara 2 juta ton beras pada tahun ini.
"Benih sudah mendesak di lapangan. Oleh karena itu Februari-Maret supaya sudah sampai ke petani," katanya pada Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR RI.
Menurut Mentan, untuk meningkatkan produktivitas tanaman, pada 2007 pemerintah akan membagikan secara cuma-cuma sebanyak 116 ribu ton padi non hibrida untuk 4,6 juta ha dan benih padi hibrida 2.025 ton yang setara luasa 135 ribu ha.
Menyinggung pendanaan untuk pengadaan benih padi varietas unggul dan hibrida bersubsidi, Anton menyatakan, Deptan mengalokasikan anggaran sebanyak Rp1,056 triliun.
Sebelumnya sejumlah anggota Komisi IV DPR, yang antara lain membidangi sektor pertanian mempertanyakan komitmen pemerintah untuk menyalurkan bantuan benih unggul bersubsidi.
"Setiap saya keliling daerah petani setempat mempertanyakan janji pemerintah memberikan bantuan benih padi yang ternyata belum terelasisai," kata Nadjamumin anggota dari Fraksi PAN.
Mardjono, anggota Komisi IV menyatakan, saat ini sudah hampir musim panen yang akan disusul masa tanam jika benih belum tersedia maka target peningkatan produksi padi 2 juta ton setara beras bisa tak tercapai.
Sementara itu Dirjen Tanaman Pangan Deptan, Sutarto Alimoeso menyatakan, pemerintah telah melakukan pertemuan dengan sejumlah kabupaten untuk melakukan penyaluran benih bersubsidi.
Nantinya, tambahnya, pejabat eselon I lingkungan Deptan akan melakukan pengawalan penyalurannya di tingkat provinsi sedangkan untuk eselon II hingga IV mengawal di kabupaten.
Pada Januari 2007 Presiden mengungkapkan pemerintah akan melakukan peningkatan produksi pangan sebesar 2 juta ton setara beras atau 3,5 juta ton gabah kering giling (GKG) pada tahun ini.
Dengan tambahan produksi itu maka target pencapaian produksi padi pada 2007 menjadi 58,4 juta ton GKG naik dari 2006 yang hanya 54,18 juta ton. (*/rit)