< >

Buron Kasus Pembunuhan di Lumajang Pelaku Curanmor di Bali

Selasa, 20 Februari 2007 20:35
Kapanlagi.com - Bambang Irawan (22), salah seorang dari empat anggota sindikat pencuri kendaraan bermotor (curanmor) di Pulau Dewata, terungkap sebagai pelaku kasus pembunuhan di Jawa Timur.

"Tersangka Bambang telah cukup lama diburu petugas sehubungan keterlibatannya sebagai pelaku pembunuhan atas korban Yoyok di daerah Sukodono, Lumajang, Jatim," kata Perwira Humas Poltabes Denpasar Kompol IGG Suryasa, di Denpasar, Selasa.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan pihak Polres Lumajang, diketahui bahwa Bambang adalah seorang tersangka pembunuh bayaran.

"Dia adalah pembunuh bayaran yang `disangoni` oleh orang berinisial GB, yang diketahui sebagai paman dari korban Yoyok yang mayatnya ditemukan penuh luka," ujarnya.

Dikatakan, dari hasil penyelidikan polisi di "seberang sana", tersangka Bambang terungkap telah menerima bayaran sebanyak Rp2 juta untuk menghabisi nyawa Yoyok.

Korban Yoyok yang teman "trek-trekan" sepeda motor di jalan raya dengan tersangka Bambang, tercatat dihabisi nyawanya pada 4 Juni 2005.

Sejak itu, Bambang yang warga sekampung dengan korban Yoyok, langsung menghilang dari desanya, dan sempat mengelana ke sejumlah daerah sebelum tergabung ke dalam sindikat curanmor di Bali pertengahan tahun 2006.

Tersangka Bambang berbasil diringkus pihak Poltabes Denpasar di rumah kontrakannya di Jalan Tukad Yeh aya Denpasar setelah ia terlibat dalam kasus pencurian puluhan sepeda motor.

Penangkapan terhadap Bambang dilakukan polisi setelah kawannya yang adalah suami istri, Derit Irawan (32) dan Ny Nur Afiah (29), "bernyanyi" di hadapan polisi.

Selain meringkus Bambang, dari "nyanyian" suami istri yang adalah gembong sindikat curanmor di Bali, juga ditangkap tersangka Giran Fauzi (30), warga asal Tulungagung, Jatim.

Giran ditangkap di Banjar Kedaton, sementara Derit dan Nur diringkus di rumah kontrakannya Jalan Sulatri Denpasar yang merangkap dipakai gudang sepeda motor hasil curian dan pretelan.

Dari anggota sindikat yang telah puluhan kali beraksi di sejumlah daerah di Bali itu, disita sebanyak 17 sepeda motor hasil curian yang sebagian besar telah "disembelih".

Ditanya tentang masih ada kawanan para penjahat yang belum tertangkap, Pahumas menyebutkan, beberapa yang lain masih dalam pengejaran, termasuk hingga ke daerah Jatim dan Lombok, NTB.

Dikatakan, dalam melancarkan aksinya, anggota sindikat selain melengkapi diri dengan kunci liter T, juga obeng besar, tang dan lain-lain.

Barang hasil curian terlebih dahulu disimpan di rumah yang sengaja dikontrak, kemudian dilempar ke pasaran setelah dipreteli bagian demi bagian.

Selain itu, ada juga sepeda motor yang langsung dilempar dalam bentuk utuh ke penadahnya di daerah Jawa, ucapnya.

Guna pengusutan lebih lanjut, Bambang dan Giran berikut suami istri yang adalah gembong curanmor tersebut, kini ditahan pihak Poltabes Denpasar. (*/rsd)