"Mereka (asosiasi pariwisata) membuat satu usulan kepada kita, kita sedang pelajari," kata Sekjen Depbudpar Sapta Nirwandar di sela-sela acara pameran ASEAN New Media Arts di Galeri Nasional di Jakarta, Selasa malam.
Sapta mengatakan pihaknya perlu mengkaji secara mendalam dan hati-hati mengenai usulan dihidupkannya BPI agar tidak mengulang peristiwa yang tidak menyenangkan berkaitan BPI sehingga akhirnya bubar.
Dia menjelaskan bubarnya BPI pada waktu yang lalu terkendala masalah keuangan yang tidak jalan.
"Kendala (dari BPI) karena masalah keuangan. Ada rencana untuk `sharing` dengan berbagai daerah dan pusat, tapi kan tidak terjadi. Itu yang jadi masalah," kata Sapta.
Dia mengatakan apabila BPI dibentuk kembali maka badan tersebut merupakan badan baru, bukan lagi menghidupkan BPI yang lama dan anggota dari BPI akan tergabung dari unsur pemerintah serta praktisi pariwisata.
"Ya mesti yang baru lah (pembentukan BPI), karena yang lama kan tidak cocok lagi dengan kondisi sekarang," lanjut Sapta.
Sementara belum ada BPI, Sekjen Depbudpar itu mengatakan promosi pariwisata Indonesia dilakukan bersama oleh "stakeholder" pariwisata.
"Untuk sementara kita giatkan marketing kita, kita akselerasikan promosi kita bersama-sama dengan departemen lain, stakeholder lain. Ini yang sedang kita lakukan untuk kita ingin dapatkan target yang kita inginkan," lanjut Sapta.
Untuk memperkuat koordinasi dan kerja antar instansi yang terkait pariwisata, Depbudpar berencana menggelar rapat koordinasi nasional pariwisata dalam bulan Maret mendatang.
"Dalam waktu tidak terlalu lama kita adakan rakor nasional mengenai pariwisata," lanjutnya. (*/rit)