Beberapa pedagang beras di Pasar Lama dan Pasar Induk Rau, mengatakan, masih tingginya harga beras itu disebabkan terbatasnya pasokan beras ke pasaran.
Namun mereka optimis kondisi itu secara perlahan akan pulih kembali, karena saat ini pasokan sudah mulai lancar dan diharapkan satu bulan mendatang kembali normal.
"Sekarang sudah sedikit ada penurunan, namun belum kembali pada harga normal, untuk IR-64 kualitas satu harganya rata-rata Rp4.500/kg. Diperkirakan pertengahan Bulan Maret akan normal kembali," kata Husein (35), salah seorang pedagang beras toko Naga di Pasar Lama Serang.
H Rohman, pedagang beras di Pasar Lama menuturkan, meningkatnya harga beras disebabkan belum tibanya musim panen, karena beras yang biasa dipasok dari Kecamatan Pontang, Serang, mulai berkurang, padahal daerah itu sentra padi.
Mengenai operasi pasar yang digelar Bulog selama ini, menurut dia, seharusnya dilaksanakan setiap hari bila benar-benar ingin menekan harga beras di pasaran, karena pedagang juga pasti tidak ingin stok berasnya terus menumpuk jika warga membeli beras Bulog yang lebih murah.
Namun yang dilakukan Bulog sekarang ini hanya seminggu sekali, itupun jumlahnya masih sangat terbatas sehingga masih banyak masyarakat yang tetap tidak kebagian dan akhirnya mereka beli beras ke pasar.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop Kabupaten Serang Hedi Tahap, mengatakan, harga beras di beberapa pedagang beras di Serang masih tinggi, dengan kisaran rata-rata untuk beras IR 64 kualitas satu harga eceran Rp6.000/kg dan IR 64 kualitas dua Rp5.800/kg.
"Saya yakin kalau Operasi Pasar terus dilakukan, harga beras dipasaran akan kembali normal," katanya. (*/rit)