"Trans Maluku yang titik awalnya di Teluk Baya, Kabupaten Buru hingga Ilwaki, Pulau Wetar, Kabupaten Maluku Tenggara Barat(MTB) sepanjang 1.600 KM dengan dukungan tambahan 13 trayek baru karena saat ini sudah ada enam trayek penyeberangan," katanya, di Ambon, Rabu.
Ia mengatakan, sudah pasti pembangunan trans Maluku ini status jalannya harus nasional sehingga mendapatkan alokasi APBN maupun pinjaman agar terbuka akses dengan provinsi tetangga.
Teluk Baya aksesnya ke Pulau Sulawesi, sedangkan Ilwaki ke NTT, termasuk negara tetangga Timor Leste.
Ia mengakui, ruas jalan nasional di Maluku sekiranya ditambah 552 KM lagi, maka totalnya menjadi 1.537 KM dengan dukungan jalan status provinsi 899 KM.
"Kami pasti merehabilitasi jalan status nasional yang sudah ada yakni sepanjang 985 KM dan provinsi 899 KM karena kondisi saat ini rusak berat berkisar 30 - 40 persen," tambahnya.
Pembangunan trans Maluku ini telah dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan karena bertalian dengan pengadaan feri maupun trayek penyeberangan baru yang berdasarkan hasil evaluasi membutuhkan lagi 13 taryek penyeberangan baru.
"Akses ini harus terbuka sehingga masyarakat Maluku tidak terisolisi, sekaligus menunjang kelancaran pengangkutan berbagai hasil produksi petani, nelayan maupun peternak yang belum optimal guna meningkatkan kesejahteraan rakyat," katanya. (*/rit)