"Setelah pernah mencatat masa kejayaan tahun 1996, namun mulai tahun 2003 hingga 2006 mengalami kerugian, untuk tahun 2006 saja mencapai Rp10 miliar," kata Direktur Utama PT HIN A.M Suseto di Nusa Dua, Bali Rabu.
Ketika melantik tiga pejabat serta mutasi dan promosi bagi 39 orang di lingkungan Hotel Inna Grand Bali Beach Sanur dan Hotel Putri Bali Nusa Dua, ia mengatakan, dalam tahun 2007 diharapkan mampu meraih keuntungan sedikitnya Rp24 miliar.
Untuk itu hotel yang dikelola PT HIN di Bali hendaknya mampu melakukan terobosan, sehingga mampu memberikan andil yang besar terhadap meraih keuntungan.
Hotel yang berada di lingkungan PT HIN di Bali selama ini memberikan kontribusi secara nasional mencapai 65 % dan prestasi yang demikian itu diharapkan dapat ditingkatkan.
Suseto menambahkan, target untuk meraih keuntungan dalam tahun ini didasarkan atas berbagai pertimbangan, pariwisata Indonesia, khususnya Bali mulai bangkit.
Kebangkitan itu disertai dengan berbagai upaya promosi ke pasaran-pasaran potensial maupun pasaran-pasaran baru, dengan harapan dapat meningkatkan hunian hotel.
Strategi pemasaran seperti menggarap pasar China, kini mulai menampakkan hasil, terlihat dari tingkat hunian hotel putri Bali maupun Inna Grand Bali Beach Sanur mencapai 90 % pada Hari Raya Imlek.
"Trobosan pemasaran dan promosi juga dilakukan ke negara-negara lain sekaligus mendukung kebijakan pemerintah untuk meraih kunjungan wisatawan tahun 2007 sebanyak enam juta orang," ujar Suseto.
Pejabat yang dilantik adalah I Made Bagiada sebagai ketua Tim Management Inna Grand Bali Beach, Mariati Sinaga sebagai Corporate Sales Senior Manager Kantor Pusat PT HIN dan Ida Bagus Wiranjaya sebagai ketua Tim Management Inna Putri Bali. (*/rsd)