"Ini investasi besar bagi Sulbar yang akan memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan bagi pembangunan di provinsi termuda Indonesia ini," kata Anwar Adnan Saleh, Gubernur Sulbar di Mamuju, Rabu.
Anwar membenarkan bahwa baru-baru ini, pihak eksekutif ExxonMobile dari Amerika Serikat telah berkunjung ke Sulbar dalam rangka memaparkan kepada pihak Pemprov dan instansi terkait di daerah itu mengenai rencana investasi tersebut.
Mereka tertarik untuk menyelidiki cadangan migas yang terletak di daerah Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara sampai ke daerah Surumana, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah yang dilaporkan memiliki cadangan yang cukup besar dengan potensi antara 20 sampai 30 sumur minyak.
Karena itu, ia meminta semua pihak di Sulbar, jangan dulu apriori terhadap rencana masuknya Exxonmobile tersebut, namun memberikan kesempatan kepada mereka untuk menunjukkan keseriusannya melaksanakan rencana investasinya.
"Proyek eksplorasi cadangan Migas di Pasangkayu dan Surumana itu telah ditender oleh pemerintah pusat tahun lalu dan ExxonMobil ditetapkan sebagai pemenang. Jadi, kita perlu sambut investasi ini dengan menciptakan situasi yang kondusif bagi mereka untuk berinvestasi," katanya menanggapi aksi demo segelintir mahasiswa Sulbar di Makassar, Rabu siang yang menentang masuknya ExxonMobil ke Sulbar.
Ia menegaskan bahwa kehadiran ExxonMobil di Sulbar tidak ada kaitannya dengan kehadiran kapal USNS Mary Sears yang membantu melakukan pencarian reruntuhan pesawat AdamAir yang jatuh di perairan Majene, Sulbar pada 1 Januari 2007.
"Ini adalah proyek raksasa dan dikerjakan secara profesional yang hasilnya akan dinikmati oleh masyarakat setempat bahkan Indonesia secara umum," katanya.
Anwar juga mengatakan bahwa kegiatan yang akan dikerjakan ExxonMobil adalah eksplorasi namun berharap, eksplorasi itu nantinya akan dilanjutkan dengan kegiatan eksploatasi.
"Kalau sudah eksploatasi, maka Sulbar akan mendapat bagian yang cukup besar seperti yang diatur dalam UU tentang perimbangan keuangan antara pusat dan daerah," ujar Anwar yang baru tiga bulan menjabat Gubernur Sulbar itu.
Selain perusahaan tambang raksasa asal AS itu, Anwar juga mengemukakan bahwa pada hari Kamis (22/2) besok, ia juga akan menerima konsorsium investor pertambangan Migas asal Malaysia dan Belanda yang juga memenangkan tender eksplorasi cadangan Migas di Blok III Kabupaten Mamuju.
Keterangan lain yang dikumpulkan ANTARA menyebutkan, mulai bulan Juni 2007, ExxonMobil Energy and Petrochemical akan melakukan `seismic section` di blok Migas Pasangkayu dan Surumana dalam rangkaian mencari deposit minyak dan gas alam di lepas pantai perbatasan Sulbar dan Sulteng sepanjang.
Sesuai kontrak yang ditandatangani Desember 2006, luas daerah eksplorasi mencapai 5.400 kilometer persegi.
Tahapan eksplorasi akan melewati dua fase yakni fase pertama selama enam tahun dan dapat diperpanjang selama empat tahun. Dengan demikian, hasil eksploitasi lapangan Migas itu baru dapat dinikmati sekitar sepuluh tahun mendatang. (*/rsd)