< >

Keluarga Korban Bangun Monumen Tragedi Sampah Leuwi Gajah

Kamis, 22 Februari 2007 08:22
Kapanlagi.com - Keluarga korban tragedi longsor sampah Leuwi Gajah, Kota Cimahi, membangun monumen peringatan di atas Gunung Kunci yang diharapkan menjadi media pembelajaran dan pendidikan warga masyarakat dalam menjaga keseimbangan dan kelestarian alam.

"Kami berharap generasi muda khususnya warga Kampung Cireundeu ada keinginan untuk menjaga dan melestarikan keseimbangan hayati dengan mengambil pembelajaran atas bencana yang menimpa keluarga kami," kata Tokoh Masyarakat Kampung Cireundeu, Leuwi Gajah, kepada pers di Cimahi, Rabu.

Dikatakan dia, monumen tersebut dibangun untuk memberikan semangat terhadap masyarakat yang keluarganya menjadi korban dan diharapkan pemerintah tidak melupakan musibah yang terjadi dua tahun lalu itu.

Menurutnya, tragedi tersebut merupakan musibah terbesar kedua di Asia disamping musibah serupa yang terjadi di Filipina sehingga monumen tersebut pantas di bangun agar Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) tidak dijadikan ajang eksploitasi pencarian keuntungan belaka.

"Jangan sampai TPAS dieksploitasi untuk keuntungan financial sepihak dengan mengenyampingkan segi keseimbangan lingkungan hayati," ucapnya.

Tragedi itu, ucap dia, mengakibatkan kerugian miliaran rupiah dan hal yang paling membuat warga trauma adalah meninggalnya 147 orang warga Kampung Cireundeu, Kota Cimahi serta dari Kampung Cilimus Batujajar, Kabupaten Bandung.

Saat ini, katanya, trauma warga setempat masih mendalam karena banyak yang kehilangan anggota keluarga terdekatnya akibat bencana tersebut yang disebabkan tidak seimbangnya ekosistem di sekitar TPAS.

Peringatan dua tahun tragedi Leuwi Gajah itu, dihadiri oleh ratusan orang warga setempat dengan melakukan istighosah bersama yang dipimpin oleh Ketua MUI Kelurahan Leuwi Gajah, Kota Cimahi.

Peletakan batu pertama monumen tersebut dilakukan oleh Wakil Walikota Cimahi, H Dedih Djunaedi, lalu diikuti perwakilan dari DPRD, Danramil serta unsur masyarakat lainnya. (*/rsd)